Bursah: Marzuki Harus Sebut Penerima Suap Atau Mundur dari DPR

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayang.com – Pernyataan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang menyebut anggota dewan menerima suap atas rencana pembangunan gedung DPR mendapat dukungan dari Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) Bursah Zarnubi. Namun, Bursah meminta agar Marzuki Alie membongkar siapa anggota dewan yang dimaksud.

Menurut Bursah Zarnubi, apa yang dikatakan Marzuki Alie menunjukan bahwa ada ketidakharmonisan antara ketua dan anggota DPR. Ketidakharmonisan ini menimbulkan saling curiga antar sesama anggota di parlemen dan menimbulkan kegaduhan politik.

“Saya mendukung apa yang dikatakan Marzuki Alie. Tapi sebagai sosok pemimpin dia harus menyebutkan identitas anggota yang menerima suap. Ucapan seorang ketua harus bisa dipegang dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ucapan itu hanya isapan jempol,” kata Bursah.  

Lebih lanjut Bursah menyebutkan bila Marzuki Alie tidak mengungkap penerima suap tersebut, maka Marzuki bukan pemimpin yang dapat dipercaya.

“Marzuki Alie harus berani terbuka. Ini saatnya mengembalikan nama baik DPR. DPR harus cuci gudang atau bersih-bersih dari anggota dewan yang bermasalah,” ucapnya.

“Bila tak mau menyebutkan identitas, sebaiknya Ketua DPR mundur dari jabatannya. Bila perlu mundur menjadi anggota dewan,” sambungnya.

Selanjutnya, Ketua Umum PGK tersebut mendesak agar Dewan Kehormatan DPR untuk segera memeriksa Marzuki Alie atas segala pernyataannya tersebut. Terlebih aroma terjadinya suap-menyuap terutama dalam proyek pembangunan Gedung DPR sudah lama berembus.

“Dewan Kehormatan harus segera memeriksa Ketua DPR. Ini penting, sehingga apa yang dikatakan Marzuki Alie dapat diketahui masyarakat seutuhnya,” ucapnya.

Selain itu, Bursah juga meminta lembaga hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polisi untuk memeriksa Marzuki Alie dan menindaklanjuti pernyataannya.

“Sinyal ini harus segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum. KPK, Kejaksaan atau polisi harus segera memanggil Ketua DPR untuk membuktikan ucapnya,” pungkasnya.(GWH