5 Ketua DPC PD Diperiksa, Tridianto Tolak Panggilan KPK

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan adanya aliran dana proyek pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat ke Kongres Partai Demokrat (PD) tahun 2010.

Untuk mendalami dugaan tersebut maka KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima Ketua DPC Partai Demokrat. Lima DPC tersebut adalah Ketua DPC Demokrat Kab. Pekalongan, Bintoro; Ketua DPC Demokrat Kab. Pemalang, Jateng, Winarto; Ketua DPC Demokrat Kab. Jepara, Jateng, Helmy Turmudi; dan Ketua DPC Demokrat Kab. Grobogan, Jateng, Sutirto.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk Anas,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/11).

Namun, salah satu mantan Ketua DPC PD Kab. Cilacap yang juga salah satu loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto, menolak panggilan dengan alasan pihak penyidik KPK baru memberitahu via telepon sekitar pukul 11.00 hari ini.

“Saya menolak hadir karena jadwal pemeriksaannya mendadak. Saya minta dijadwal ulang,” terangnya saat dihubungi.

Dalam kasus ini berarti KPK sudah menetapkan 5 tersangka yaitu Deddy Kusdinar, Andi Alfian Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Teuku Bagus Mohamad Noor dan Machfud Suroso. Lalu KPK, sudah menahan 2 tersangka yaitu Mantan Menpora, Andi Mallarangeng dan Kabiro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar.

Sementara untuk tersangka Anas Urbaningrum, KPK menduga mantan Ketua Umum Partai Demokrat menerima hadiah berupa mobil Toyota Harier.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN