Berutang 6,5 Triliun, Sanggupkah Merpati Terbang Tinggi Lagi?

Ilustrasi foto: flickr.com

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih bisa diselamatkan. Meskipun utang yang membelit Merpati mencapai Rp 6,5 triliun.

“Tadi kita membahas tentang Merpati, kesimpulannya Merpati masih punya prospek untuk diselamatkan,” ujarnya usai rakor restrukturisasi Merpati di Kementerian Perekonomian. Menurutnya, langka pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah restrukturisasi utang. “Utang pada pemerintah kita konversi jadi noncash PMN. Kemudian utang-utang pada 20 BUMN atau mitra kerja bisa dikonversi juga,” ujarnya di laman Kementerian Koordinator Perekonomian.

Sementara Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki pikiran yang sama dengan Menko Perekonomian yakni mencarikan jalan keluar untuk permasalahan yang dihadapi Merpati. Ia mengusulkan agar utang ke pemerintah dan BUMN dijadikan saham di Merpati. Sehingga pembukuan Merpati menjadi bersih dari utang.

Selain itu, sambung dia, Merpati harus mencari partner untuk mengembangkan bisnis penerbangan ini. “Kalau bukunya sudah bersih Merpati gampang cari partner untuk sama-sama mengembangkan Merpati. Jadi bukunya sudah bersih, digabungkan ke Garuda pun masih oke, tidak membebani Garuda karena utangnya dibersihkan,” tuturnya.

Selama ini, sambung dia, investor yang memiliki niat mengandeng Merpati selalu mundur setelah melihat pembukuan Merpati. “Kata Dirut Merpati sudah ada, tapi begitu melihat bukunya Merpati mereka mundur. Lokal dan asing. Gandeng? Nanti setelah bukunya bersih,” ujarnya. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN