Kerjasama Antar Negara Tekan Peredaran Narkoba Jenis Baru

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Anang Iskandar mengatakan saat ini ancaman zat psikoaktif baru atau New Psychoative Subtances (NPS) telah melanda seluruh negara di dunia.

“Saat ini, jumlah NPS di dunia telah mencapai 251 jenis, sedangkan di Indonesia sudah mencapai 24 jenis,” kata Anang dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (14/11)

Menurut Anang Iskandar, untuk mengantisipasi upaya sindikat Narkoba, pada hari ini BNN menggelar forum A Day Gathering of BNN and Law Enforcement Liaisn Officers (LO) negara sahabat uang di gelar di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis (14/11)

Ditambahkannya, melalui forum ini isu ancaman zat psikoaktif baru dan masalah hukuman mati di Indonesia dibahas secara mendalam. “Permasalahan zat, psikoaktif baru sangat penting untuk di bahas karena masing-masing negara menghadapi permasalahan dan penanganan NPS yang berbeda. Dalam forum ini, masing-masing negara diharapkan dapat saling bertukar informasi dan mempelajari mengenai formulasi penanganan NPS yang ideal,”jelas Anang. .

Kerja sama lintas negara menjadi kunci penting dalam menangkal ancaman sindikat narkoba. Saat ini masalah Narkoba dunia menunjukan peningkatan serius, bukan hanya perkara peredaran NPS dan hukuman mati semata akan tetapi ancaman kejahatan narkoba yang terkait dengan kejahatan lainnya.

Beberapa Negara yang hadir dalam acara A Day Gahtering of BNN and Law Enforcement Liasion Officer antara lain, Australia, Austria, Brasil, Brunei Darussalam, Bulgaria, China, Perancis, Iran, India, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Maroko, Meksiko, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Papua Nugini, Peru, Fhilipina, Portugal, Qatar, Singapura, Afrika Selatan, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Amerika, Arab Saudi, Vietnam, Jerman, Kanada, Venuzuela, Spanyol, Turki, Kolombia, Srilangka, Bangladesh, Afghanistan dan Mesir. (VAL)