Pejabat SKK Migas Mengaku Dilobi Menangkan Kernel

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Popi Ahmad Nafis mengaku pernah dihubungi Presiden PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia Widodo Ratanachaitong via telepon agar perusahaannya memenangi lelang terbatas Kondensat Senipah.

“Dia telepon ke saya minta dimenangkan. Saya bilang tergantung hasil tendernya,” kata Popi saat bersaksi untuk terdakwa kasus dugaan suap di SKK Migas Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (14/11).

Hal ini berawal dari pernyataan saksi lain, Maulana Yahya, yang merupakan mantan pegawai PT Kernel Oil ketika hakim anggota I Made Hendra terkait pertanyaan apakah Maulana mengetahui bahwa Widodo minta perusahaannya dimenangkan melalui lobi lewat Popi.

“Saya tidak tahu persis. Tapi pernah dengar dari Simon kalau Pak Popi menyampaikan ke Simon bahwa Widodo mau menang terus,” kata Maulana.

Kemudian saat keterangan tersebut dikonfrontasi kepada Popi, dia mengaku tidak ingat. Namun Popi akhirnya mengakui setelah diberi waktu oleh hakim untuk mencoba mengingat.

Widodo merupakan petinggi dari empat perusahaan di Indonesia yakni Fossus Energy Ltd, Kernel Oil Pte Ltd, Fortek Thailand Co. Ltd dan World Petroleum Energy Pte Ltd.

Dalam surat dakwaan Operational Manager dan Komisaris PT Kernel Oil Pte Limited (KOPL) Indonesia Simon Gunawan Tandjaya terungkap bahwa Rudi menerima uang 200 ribu dolar Singapura dan 900 dolar AS atau Rp10,38 miliar dari pengusaha asal Singapura Widodo Ratanachaithong untuk mengatur pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas.

Namun hingga saat ini selama proses penyidikan kasus ini, Widodo belum pernah diperiksa KPK.

Simon yang dianggap sebagai tangan kanan Widodo di Indonesia pun tidak bisa mencairkan uang jika tanpa sepengetahuan dan persetujuan Widodo.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa terdapat enam perbuatan yang dilakukan Rudi dengan imbalan uang yaitu menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah pada 7 Juni untuk periode Juli 2013, kedua menyetujui kargo pengganti minyak mentah Gresik Mix bagian negara untuk periode Februari-Juni 2013 untuk Fossus Energy Ltd, ketiga menggabungkan lelang terbatas minyak mentah minas/SLC bagian negara dan kondensat Senipah bagian negara untuk periode Agustus 2013.

Keempat menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang pada lelang terbatas minyak mentah minas/SLC bagian negara dengan kondensat Senipah bagian negara pada tanggal 4 Juli 2013 untuk periode Agustus 2013, kelima menggabungkan tender kondensat Senipah dan minyak mentah Duri untuk periode September-Oktober 2013 dan keenam menunda pelaksanaan tender kondensat Senipah periode September-Oktober 2013. (MD/Ant)