Pembunuh Ulama Sampang Divonis 20 Tahun Penjara

Foto : rri.co.id

Sampang, Sayangi.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (19/11), memvonis terdakwa Mattawi yang menjadi aktor intelektual pembunuhan ulama setempat Habib Alwi dengan hukuman 20 tahun penjara.

Majelis hakim yang diketuai Jeni Nugraha SH dalam pembacaan putusan di PN setempat, Selasa, menilai Mattawi terbuksi secara sah dan meyakinkan bersalah berdasarkan fakta yang terungkap selama persidangan.

“Majelis menjatuhkan vonis hukuman penjara 20 tahun dikurangi masa tahanan,” kata Jeni dalam sidang itu.

Vonis hukuman penjara bagi terdakwa kasus pembunuhan tokoh ulama Sampang ini setara dengan tuntutan jaksa penuntut umum pasa sidang pembacaan tuntutan pada 28 Oktober 2013.

Ketika itu jaksa menuntut terdakwa Mattawi dengan hukuman penjara 20 tahun, karena yang bersangkutan merupakan otak pelaku dalam kasus pembunuhan ulama Sampang itu. Mattawi dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Menanggapi putusan itu, Mattawi sendiri melalui penasihat hukumnya, Sabar Jonson Situmorang, menolak putusan majelis hakim dengan menyatakan banding.

“Vonis hukuman penjaran 20 tahun itu tidak adil, karena klien saya bukan aktor intelektual dalam kasus itu,” kata Jonson.

Sidang putusan kasus pembunuhan tokoh ulama Sampang dengan terdakwa Mattawi ini dihadiri ribuan warga yang merupakan pendukung dari kedua belah pihak, yakni pihak Habib Alwi dan pihak Mattawi.

Sebanyak 650 personel polisi dari jajaran Polres Sampang dan Brimob Polda Jatim diterjunkan guna mengamankan pelaksanaan sidang putusan kasus pembunuhan tokoh ulama di PN Sampang itu.

Bahkan, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memantau secara langsung pengamanan sidang.

Kasus pembunuhan ulama Sampang, Madura Habib Alwi itu terjadi pada tanggal 30 Oktober 2012 sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Raya Desa Batuporro, Kecamatan Kedungdung, Sampang.

Mattawi sendiri merupakan satu dari enam pelaku pembunuhan ulama Sampang itu. Tiga di antara telah ditangkap polisi, sedang tiga orang pelaku lainnya masih buron.

Habib Alwi yang merupakan ulama yang dikenal sebagai juru dakwah itu dibunuh saat hendak pulang ke rumahnya dari rumah saudaranya. Sesampai di tempat kejadian perkara, ia diserang oleh sekelompok orang bersenjata tajam hingga mengalami luka serius pada bagian dada dan perut.

Korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, namun nyawanya tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus pembunuhan dengan korban ulama Sampang Habib Alwi ini memang menarik perhatian warga, bahkan sejak pertama kali sidang pengamanan selalu diperketat, karena selalu dihadiri banyak massa untuk menyaksikan secara langsung proses persidangan. (MD/Ant)