Usai Diperiksa KPK 7 Jam, Ratu Atut Tampak Lelah

Foto: Sayangi.Com/Opak

Jakarta, Sayangi.Com – Setelah Diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak jam 09.45 WIB, Selasa (19/11), Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah terlihat lelah saat keluar Gedung KPK sekitar jam 16.50.

Seperti saat diperiksa KPK sebelumnya, kali inipun Ratu Atut tak mau banyak bicara kepada para wartawan yang menunggu di luar gedung KPK sejak Selasa pagi. “Terima kasih yah, tadi sudah memberikan keterangan terkait sarana prasarana di Pemprov Banten,” ujar Atut.

Atut yang tampil modis dengan jilbab hitam, dengan bantuan pengawalnya langsung berjalan menuju mobil Pajero hitam dengan nomor polisi B 22 AH. “Cukup yah, cukup,” ujarnya, menghindar kejaran pertanyaan wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratu Atut dipanggil ke KPK untuk diminta klarifikasi atas laporan dan temuan KPK terkait permainan proyek atau korupsi dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) Banten tahun anggaran 2010-2011. KPK telah menggeledah kantor Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mencari bukti-bukti, juga meminta keterangan beberapa pegawai Dinkes Banten.

Pekan lalu, KPK juga telah menetapkan adik kandung Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alkes di Kota Tangerang Selatan. Selain Wawan, dalam kasus ini KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Dadang Suprijatna dan pejabat Dinkes Kota Tangsel Mamak Jamaksari.

Ketiga tersangka itu dikenai pasal memperkaya diri sendiri. Ini adalah status tersangka kedua bagi Wawan setelah sebelumnya menjadi tersangka kasus penyuapan Akil Mochtar dalam sengketa Pilkada Lebak.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menduga ada keterkaitan penyelidikan dugaan korupsi alat kesehatan di Tangerang Selatan dan di Provinsi Banten. “Kami sedang mendalami apakah ada keterkaitan antara korupsi alkes Tangsel dan alkes Banten,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

BAGIKAN