Sindikat Penimbun BBM Dibekuk Petugas

Foto : beritajakarta.com

Jakarta, Sayangi.com – Polsek Menteng meringkus 21 orang yang diduga sindikat penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Jl Mohammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat. Sindikat ini menimbun BBM jenis solar menggunakan mobil minibus yang telah dimodifikasi. Setelah itu solar yang dibeli dari stasiun pengisian bahan-bakar umum (SPBU) itu dijual ke perusahaan.

Solar bersubsidi itu, ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol AR Yoyol mengatakan, dijual kembali ke perusahaan atau industri dengan harga Rp 6.800 sampai dengan Rp 8.000. “Margin keuntungannya lumayan,” ucapnya.

Dalam penggeledahan di mobil Isuzu Panther yang digunakan para pelaku, singkap Yoyol, ditemukan satu tangki besar terbuat dari besi berbentuk segi empat. D tangki itu berisi solar sebanyak 800 liter. Dari penggeledahan itu diketahui para tersangka akan menyetor solar ke pangkalan minyak di Jl Rawa Ambon RT 07/04 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

“Dari tempat penampungan, diamankan 16 tempat penampungan solar berisi 16 ribu liter solar, satu pompa minyak, dan lima unit mobil yang dimodifikasi dengan tangki di dalam mobil. Tiap tangki bisa menampung sebanyak seribu liter solar,” ujar Yoyol, Selasa (19/11).

Pihaknya, kata Yoyol, sempat melakukan pengejaran ke beberapa tempat penampungan. Yakni di Jl Bungur, Kelurahan Kampung Rambutan, di Jl Raya Bogor KM 24 Kecamatan Pasar Rebo, serta di Jl Lapangan Tembak Kelurahan Cibubur. “Dari penangkapan itu, total tersangka yang diamankan sebanyak 21 orang, terdiri dari 9 pengemudi minibus, tiga pemilik penampungan bahan bakar solar, delapan buruh cor di pangkalan minyak, dan satu operator SPBU,” kata Yoyol.

Ditambahkan Yoyol, pihaknya juga telah menyegel beberapa SPBU di Jakarta seperti, SPBU di Jl Raya Pasar Minggu Pejaten, SPBU di Jl Pahlawan Revolusi Duren Sawit, SPBU di Jl DR Soepomo Tebet, SPBU di Jl I Gusti Ngurah Rai Jakarta Timur, dan SPBU di Jl Jatinegara Timur. “Untuk SPBU sudah disegel dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Pihaknya, sambung Yoyol, turut mengamankan 16 mobil minibus merek Isuzu Panther yang dimodifikasi, satu mobil minibus merek Toyota Kijang yang dimodifikasi, satu mobil minibus merek Mitsubishi Kuda yang dimodifikasi, dan tiga mobil truk tangki solar.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan dua buah tangki, dua pompa minyak, dua selang minyak, uang tunai Rp 6,2 juta, dan 50 ton bahan bakar solar. Para tersangka dijerat Pasal 55, Jo 53 huruf b,c, dan d UU RI No 22/2001, tentang Minyak dan Gas Bumi Jo 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (MD/beritajakarta.com)

 

Berita Terkait

BAGIKAN