Gubernur Belum Putuskan UMK Batam

Foto : Antara

Batam, Sayangi.com – Hingga sepekan setelah rekomendasi nilai Upah Minimum Kota oleh Wali Kota Batam dikirimkan ke Gubernur, kepala pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau itu masih mempertimbangkan dan membahasnya dengan tim pengupahan.

“Sekarang masih dirapatkan tim pengupahan provinsi,” kata Gubernur Kepri Muhammad Sani, Selasa (19/11).

Meski begitu, ia menjanjikan angka itu sudah akan ia putuskan sebelum hari berganti pukul 00.00 WIB, tengah malam nanti.

“Besok disampaikan. Pokoknya paling lama besok pukul 00.00 WIB,” imbuhnya.

Gubernur berharap berapa pun nilai UMK yang ditetapkan, akan diterima pekerja serta pengusaha dengan baik dan tidak menimbulkan keresahan.

Dalam menetapkan UMK, gubernur akan mempertimbangkan rekomendasi Wali Kota Batam UMK Rp2,44 juta dan juga surat pernyataan 23 asosiasi pengusaha Batam yang menyebutkan kemampuan pelaku usaha hanya Rp2,2 juta.

Sebelumnya, Selasa (12/11) Wali Kota Ahmad Dahlan merekomendasikan Upah Minimum Kota Batam Rp2.422.092 atau di atas dari KHL 11,46 persen, untuk ditetapkan Gubernur.

Wali Kota juga mengirimkan dua angka yang diusulkan pengusaha Rp2.172.973 dan usulan pekerja Rp2.701.548, sebagai referensi untuk Gubernur.

Kepada Gubernur, Wali Kota juga merekomendasikan upah kelompok usaha yaitu K1 yang berbasis raw material logam berat, galangan kapal, kegiatan lepas pantai, di atas 12,5 persen dari UMK, yaitu sebesar Rp2.724.853. Lalu K2 industri elektronika di atas UMK 7,5 persen menjadi Rp2.603.749 dan K3 pariwisata di atas UMK 5 persen sebesar Rp2.543.197.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Kota Batam Makruf Maulana mengatakan pengusaha tidak akan sanggup membayar gaji pekerja bila UMK Rp2,4 juta.

Ia berharap Gubernur memperhatikan nasib pengusaha yang semakin terjepit bila UMK naik Rp400 ribu dari UMK tahun sebelumnya. (MD/Ant)

 

Berita Terkait

BAGIKAN