Digerebek, Oknum Kopassus Aniaya Polisi

Foto : Sayangi.com/Doc

Jakarta, Sayangi.com – Selain di Karawang, Selasa (19/11), konflik kekerasan antara oknum TNI dan Polisi sebelumnya juga terjadi di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keributan bermula dari penggrebekan Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Timur di sebuah Hotel di kawasan itu.

Akibat keributan itu, Brigadir W dengan NRP 83110230 mengalami luka di bagian kepala belakang dan wajahnya memar. Sedang pelaku penganiayaan, Sertu H, saat berita ditulis sudah diamankan oleh kesatuannya di Cijantung.

Kronologi kejadian, berdasarkan penelusuran wartawan Sayangi.com, bermula dari informasi adanya penyalahgunaan narkoba di Hotel P, di Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Maka, sekitar pukul 01.30, Satuan Narkoba yang dipimpin Bripka L yang mengendarai mobil KIA Carnival B 1368 HY bergerak menuju tempat kejadian perkara. Sesampai di lokasi polisi langsung mendobrak kamar 7-D dan mendapati 2 orang lelaki dan 3 perempuan di kamar itu.

Ternyata di sana ada oknum TNI, sertu H, yang dengan gerakan terlatihnya mampu merampas pistol Brigadir W. Ternyata sertu H dibantu teman-temannya dari kamar 15-A sehingga kekuatan menjadi tidak berimbang. Saat itulah terjadi penganiayaan terhadap Brigadir W.

Kejadian yang nyaris tidak terendus oleh wartawan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. Kepada wartawan yang melakukan konfirmasi kepadanya, Rikwanto menjelaskan penganiayaan itu dipicu oleh penggerebekan yang dilakukan W di hotel kawasan Condet.

“Awalnya anggota Satuan Narkoba mendapat info bahwa di hotel di Condet sering terjadi transaksi narkoba. Kemudian unit 2 tim Narkoba melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel tersebut,” jelas Rikwanto.

Saat itu, imbuh Rikwanto, terjadi kejadian yang tidak diduga. “H Langsung menodongkan senpi kepada anggota Satuan Narkoba sambil berteriak-teriak memanggil teman-temannya yang langsung keluar dari kamar lainnya sebanyak kurang lebih belasan orang dan langsung menyerang, menganiaya, dan merampas senpi anggota kemudian melarikan diri,” tandas Rikwanto.

Setelah melakukan penganiayaan, oknum TNI itu pergi tergesa-gesa dan meninggalkan mobil di lokasi. Polisi pun melakukan koordinasi dengan Denpom Jaktim dan menelusuri pemilik mobil yang ditinggalkan itu. “Ternyata milik anggota Kopassus,” beber Rikwanto.

Maka dilakukan koordinasi dengan Wakil Komandan Grup 3 Kopassus. Adapun senjata yang dirampas oknum TNI itu, imbuh Rikwanto, telah dikembalikan oleh Wadan Grup Kopasus melalui Den Pom TNI.

Sedangkan oknum Kopasus yang melakukan penganiayaan sudah ditindak-lanjuti Denpom TNI. Apalagi di kamar yang digerebek, ungkap Rikwanto, ditemukan alat penghisap sabu alias bong. (MD)

Berita Terkait

BAGIKAN