Mesir Peringati Dua Tahun “Revolusi Mohammed Mahmoud”

Foto: BBC

Kairo, Sayangi.com – Polisi Mesir mengeluarkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di tengah bentrokan antara pendukung dan penentang militer.

Aksi hari itu bertepatan dengan peringatan dua tahun konfrontasi besar antara pasukan keamanan dan demonstran yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Pertempuran itu disebut dengan pertempuran Mohammed Mahmoud karena berada di jalan dengan nama tersebut. Pertempuran pecah ketika militer berusaha mengosongkan Lapangan Tahrir dari keluarga-keluarga yang tewas dalam revolusi. Dalam aksi itu, kubu pendukung dan penentang memenuhi Jalan Mohammed Mahmoud untuk mengenang mereka yang tewas.

Pemerintah telah membangun tugu peringatan di Lapangan Tahrir, Kairo, tetapi pemrotes yang menentang militer berusaha merusak tugu, antara lain dengan menyemprotkan cat merah pada tugu. Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah dan Ikhwanul Muslimin.

Kepala Pelayanan Ambulans Nasional Ahmad al-Ansari mengatakan, 12 orang sejauh ini mengalami luka-luka, tiga di antaranya mengalami luka-luka dalam bentrokan di Lapangan Tahrir.

Mesir mengalami ketidakstabilan politik sejak Hosni Mubarak digulingkan menyusul demonstrasi massal menuntut reformasi. Presiden yang menggantikannya pada 2012, Mohamed Morsi, digulingkan oleh militer Juli tahun ini.
Ia adalah pemimpin veteran Ikhwanul Muslimin yang memenangi pemilihan presiden demokratis pertama di Mesir. (MSR/BBC)

Berita Terkait

BAGIKAN