Derita TKI: Suami Terancam Dihukum Mati, Istri 6 Bulan Dibui

Ilustrasi foto: Antara

Kuala Lumpur, Sayangi.com – Seorang warga negara Indonesia terancam hukuman mati karena dituduh membunuh pegawai AmBank di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, dalam sebuah perampokan di bulan Oktober lalu. Sementara istrinya dipenjara enam bulan karena tinggal melebihi masa izin.

Terdakwa La Ode Ardi Rasila (36) yang bekerja sebagai satpam bank tersebut diajukan ke pengadilan negeri pada Selasa (19/11) dengan tuduhan berlapis, yaitu menembak hingga tewas pegawai bank Norazita Abu Thalib di AmBank Jalan USJ Sentral 2, Subang Jaya pada 22 Oktober, demikian dilaporkan media lokal di Kuala Lumpur, Rabu (20/11).

La Ode juga didakwa melakukan perampokan dan melepaskan tembakan dari senjata jenis pump gun dengan niat mengakibatkan kematian pada korban. Kedua tuduhan tersebut dibuat masing-masing berdasar Pasal 302 Kanun Keseksaan dan Pasal 3 UU Senjata Api 1971, keduanya membawa ancaman maksimal hukuman mati.

Tidak ada pengakuan atas kedua tuduhan tersebut dari terdakwa.

Hakim Pengadilan Negeri KB Elena Tze Lan memutuskan kedua kasus tersebut dipindahkan ke Pengadilan Tinggi Shah Alam.

Sebelumnya dilaporkan, pegawai AmBnk Norazita tewas setelah ditembak dari jarak dekat dalam kejadian perampokan di kantornya di Subang Jaya. Tersangka berhasil melarikan uang tunai sebanyak 450 ribu ringgit (Rp 1,6 miliar) sebelum ditangkap 19 hari kemudian saat bersembunyi di Kota Tinggi, Johor.

Penangkapan terhadap La Ode ini ternyata juga menyeret istri dan beberapa rekannya yang ditahan atas berbagai kesalahan, termasuk melebihi masa tinggal dan menggunakan kartu pengenal palsu. Istri La Ode, Helphia (35) dijatuhi hukuman penjara enam bulan setelah mengaku bersalah di pengadilan negeri karena tinggal melebihi tempo di Malaysia sejak 16 April 2009.

Hakim KB Elena Hong Tze Lan mengarahkan agar Helphia diserahkan kepada Kantor Imigrasi untuk dideportasi ke negara asal, setelah ia selesai menjalankan hukuman penjaranya. Wanita itu terpaksa berada dalam penjara bersama anaknya yang masih berusia dua tahun. Helphia masih mempunyai dua anak lagi yang ditinggalkan di kampungnya di Indonesia. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN