Jumhur: Jumlah “TKI Bermasalah” Turun Signifikan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menyebut, jumlah “TKI bermasalah” terus menurun, sejak BNP2TKI efektif menjalankan perannya tahun 2010 lalu.  

Hal itu diungkapkan Jumhur dalam acara bincang santai dengan sebuah televisi swasta nasional di Jakarta, hari ini Rabu (20/11). Berkurangnya jumlah TKI bermasalah ini merupakan buah keberhasilan BNP2TKI dalam mengembangkan sistem yang lebih sempurna terkait pengiriman TKI ke luar negeri.

“Dengan sistem yang kita kembangkan, diantaranya dengan mengupayakan pelatihan yang serius untuk meningkatkan skill TKI, meningkatkan penguasaan bahasa asing, maka kasus-kasus yang berhubungan dengan kurangnya kemampuan teknis TKI dan kecelakaan kerja jauh berkurang,” ujar Jumhur. Berdasarkan data, pada tahun 2011 ada 60.000 kasus menyangkut TKI, turun menjadi 40.000 kasus pada 2012, lalu turun lagi menjadi 13.000 kasus pada tahun berjalan 2013.

“Itupun kebanyakan kasus hubungan kerja, misalnya soal kontrak kerja antara TKI dan majikannya yang tidak dipenuhi,” tegas Jumhur, sembari menyebut beberapa problem yang sebelumnya kerap menyambangi para pekerja Indonesia di luar negeri, namun kini tak lagi banyak terjadi: kecelakaan kerja, kurangnya skill, pemalsuan dokumen keberangkatan, pemalsuan umur TKI, hingga pelatihan yang sekadar formalitas.

Selain sistem yang lebih baik, seperti diketahui, BNP2TKI juga mempelopori pembuatan terminal khusus untuk TKI di sejumlah bandara. Saat ini jumlah TKI diperkirakan mencapai 6,6 juta orang, tersebar di 176 negara. BNP2TKI sendiri berembrio sejak 2006, “Tapi baru bisa bekerja secara efektif sejak tahun 2010,” tandas Jumhur, yang memimpin lembaga yang tugasnya melaksanakan seluruh hal berhubungan dengan TKI (rekruitmen, pelatihan, pemberangkatan, dan pemantauan) sejak tahun 2007 itu. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN