Kepala BIN: Kita Tidak Bisa Menerima Pelanggaran Itu

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Intelijen Negara  (BIN) Marciano Norman angkat bicara mengenai penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Menurutnya hal itu tidak bisa diterima karena ada pelanggaran serius.

“Kita sama-sama punya perwakilan resmi di masing-masing negara dan mereka melakukan koordinasi apabila ada informasi yang dibutuhkan misalnya konsultasi” jelas Marciano Norman sebelum mengikuti rapat tertutup dengan Presiden SBY di Istana Negara Rabu (20/11/13).  

“Ada pelanggran dan kita tidak bisa menerima pelanggaran itu”, ujar Norman.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia berencana menggandeng Brasil dan Jerman mengajukan resolusi penyadapan internasional ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Indonesia bersama dengan Brasil, dan Jerman, saat ini tengah bekerjasama untuk resolusi yang meminta dan mendesak, agar pemerintah negara-negara anggota PBB dapat menciptakan asas akuntabilitas dalam kegiatan-kegiatan pengumpulan informasi dan intelijen,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri.

Menlu menilai, kegiatan saling sadap dan spionase merupakan kegiatan yang sudah out of date dan jauh terbelakang. “Ini bukan era Perang Dingin. Di abad 21 saya kira masalah penyadapan seperti ini seharusnya sudah jauh di belakang kita. Jadi kita akan tegas, lugas, terukur, dalam menyampaikan tanggapan,” tegas Marty. (RH)