Sharajat Al Hayat, Misteri Pohon Tua Di Padang Tandus

Foto: tree nation

Bahrain, Sayangi.com – Apa yang tak mungkin bagi Tuhan ciptakan, apa yang tak diraih akal pikiran manusia pun bisa Tuhan perlihatkan. Sharajat Al Hayat salah satunya. Seonggok pohon tua yang tetap hidup di tengah padang tandus, pun berkilo-kilometer jauhnya dari sumber air atau vegetasi semacamnya.

Usianya disinyalir sudah mencapai 4 abad. Tumbuh kokoh menjulang namun rindang di bukit pasir setinggi 25 meter, tertinggi diantara bukit pasir lainnya. Disekelilingnya hanya ada saujana padang pasir. Meski batang kekarnya nampak sangat tua, namun berada dibawah rindang pohonnya konon anda akan merasakan sensasi sejuk luar biasa ditengah cuaca terik padang tandus.

Dilansir dari laman Amusing Planet (24/11), pohon yang didaulat dunia sebagai “Pohon Kehidupan” ini terletak di 2 kilometer dari Jabal ad Dukhan, atau 10 kilometer dari Askar, dan sekitar 3,5 kilometer sebelah barat Jaww, Bahrain. Misteri kelangsungan hidup sang Sharajat Al Hayat inipun tengah menjadi legenda. Bagi masyarakat setempat, pohon ini dipercaya sebagai tanda lokasi Taman Eden atau Taman Firdaus berada.

Dalam beberapa penelitian, Sharajat Al Hayat digolongkan sebagai pepohonan jenis Mesquites Prosopis Cineraria, yang dikenal sebagai pepohonan yang mampu beradaptasi secara sangat baik dengan gurun pasir kering, pun dapat berkembang dalam kondisi kekeringan sekalipun. Pohon jenis ini diketahui juga memiliki akar-akar yang menyebar luas dan dapat mencapai kedalaman hingga 50 meter kebawah tanah.

Meski berbagai teori telah dikembangkan, konklusi final pun tak kunjung didapatkan, alias masih menjadi teka-teki. Dari cerita masyarakat lokal setempat, “Pohon Kehidupan” ini ditanam pada tahun 1583. Pohon itu tumbuh subur dengan daun hijau dan ranting-ranting yang unik.

Tak heran, dengan misteri dan keajaibannya tersebut, pohon setinggi 32 meter ini menjadi salah satu destinasi populer di Bahrain. Sedikitnya, ada 50.000 wisatawan yang berkunjung ke Sharajat Al Hayat setiap tahunnya. Tak sedikit pula yang menggoreskan nama mereka beserta nama pasangannya di batang pohon tersebut dengan harapan cinta yang mereka jalin akan berlangsung langgeng, seperti kehidupan pohon Sharajat Al Hayat.

Untuk melihatnya, anda butuh melakukan perjalanan dengan mobil selama kurang lebih satu jam dari ibukota Bahrain, Manama. (FIT)