Muara Teweh Banjir Durian

Foto: Antara

Muara Teweh, Sayangi.com – Buah durian dalam sepekan terakhir ini mulai membanjiri sejumlah kawasan perdagangan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah.

“Buah durian ini didatangkan dari sejumlah desa yang dibawa menggunakan angkutan sungai dan darat,” kata seorang warga Desa Nihan Kecamatan Lahei Barat, Buto, ketika berada di Muara Teweh, Senin (25/11), seperti dikutip oleh Kantor Berita Antara.

Warga yang tinggal di pedalaman Kabupaten Barito ini membawa ratusan durian bersama warga lainnya dengan menggunakan kendaraan bermotor, untuk dijual di Muara Teweh. Menurut Buto, harga durian yang dijual di sejumlah kawasan di Muara Teweh masih relatif tinggi sekitar Rp 20.000 per/buah hingga Rp 50 ribu/buah.

“Mungkin kalau semua desa panen durian, harganya turun bahkan hanya Rp 5.000/buah. Ini terhitung murah dibandingkan sebelumnya,” jelasnya. Selain menggunakan angkutan darat, sejumlah perahu bermuatan durian juga biasanya bersandar di pinggiran Sungai Butong (anak Sungai Barito), kemudian sejumlah pedagang sudah menunggu untuk membeli durian tersebut.

Durian hasil panen di sejumlah desa ini merupakan tanaman yang berusia puluhan tahun dari beberapa jenis lokal dan buah ini merupakan salah satu produk hortikultura unggulan dan dijadikan maskot Kabupaten Barito Utara. Buah durian ini oleh warga selain disantap langsung, juga dijadikan bahan baku lampuk durian (dodol durian) serta tempuyak atau daging durian yang diolah melalui cara fermentasi untuk disuguhkan sebagai pelengkap lauk saat makan.

Biasanya kalau lagi “booming” duren asal pedalaman Barito ini dijual pedagang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sejumlah daerah lainnya. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN