Tak Ditindak, MRT Bangun Kantor di RTH

Foto: mrtjakarta.go.id

Jakarta,– Sayangi.com – Ironis, di saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH), pengembang proyek Mass Rapid Transit (MRT) justru membuat kantor di kawasan RTH. Herannya, bangunan tersebut tak mendapat teguran dari Pemprov.
 
Hal tersebut sangat disayangkan pengamat Tata Kota Nirwono Joga. Menurutnya keberadaan kantor PT MRT sudah menyalahi fungsinya dan keberadaan kantor di atas RTH juga menjadi pertanyaan besar.

“”Harusnya Pemprov DKI tidak mengizinkan PT MRT membangun kantor di atas taman. Itu harusnya dibongkar, Dinas P2B jangan diam saja, MRT kan juga BUMD, dia harus taat aturan dong,”” kata Nirwono Joga saat dihubungi wartawan dari Balikota DKI, Senin (25/11).

Nirwono mengatakan, pembangunan MRT itu membutuhkan waktu empat sampai lima tahun. Seharusnya kontraktor maupun PT MRT bisa menyewa atau membeli lahan di tempat lain, di luar RTH.
 
“”Memangnya tidak ada lahan lain milik Pemprov DKI? Ini sangat disayangkan mengingat DKI harus punya RTH sebanyak 30 persen pada 2030,”” jelas Nirwono.
 
Sebagaimana diketahui, selain menebang pohon-pohon di jalur hijau, PT MRT Jakarta juga membangun kantor di atas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kantor yang sedang dibangun tersebut berada di Jalan Pakubuwono VI, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tepatnya berada di lahan eks Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
 
Bangunan kantor dua lantai itu sudah meratakan tanah RTH. Namun, tidak terlihat satu pun papan proyek atau papan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di tanah seluas sekitar 500 meter tersebut. Hanya pagar seng yang mengelilingi bangunan itu dan puluhan pekerja terlihat sedang sibuk bekerja mendirikan bangunan. (Yan Zavin)

Berita Terkait

BAGIKAN