Tradisi Suku Sasak: Lantai Kinclong dengan Kotoran Sapi

Foto: backpackology.me

Lombok, Sayangi.com – Di dusun Sade, Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada tradisi unik yang masih dilanggengkan hingga kini. Meski terdengar jorok, tradisi mengepel lantai dan dinding rumah dengan menggunakan kotoran sapi atau kerbau nyatanya tetap dilakukan oleh masyarakat suku sasak. Mereka meyakini cara ini membuat lantai mereka lebih kesat, mengkilap dan menghindarkan seisi rumah dari kepungan lalat atau nyamuk. Wiiih…

Selain digunakan untuk mengepel lantai, kotoran sapi dan kerbau juga digunakan untuk membersihkan dinding rumah. Cara ini diyakini membuat rumah tetap hangat kala musim penghujan datang dan sebaliknya secara otomatis menjadi sejuk dan dingin kala musim kemarau datang menjelang.

Rumah suku sasak disebut dengan Bale Ratih ini memiliki atap yang terbuat dari alang – alang dengan dinding terbuat dari anyaman bambu. Bisa dibayangkan bila kotoran sapi atau kerbau memenuhi seluruh dinding dan lantai anda bukan?

Namun begitu, tradisi yang mereka langgengkan ini memiliki bukti nyata. Jika anda kebetulan berkunjung ke Dusun Sade tepat pada saat mereka selesai merumat rumah mereka, anda akan takjub melihat rumah-rumah yang kinclong karena telah dilabur kotoran sapi atau kerbau sebelumnya.

Apalagi jika anda mendapat kesempatan untuk bertamu ke dalam rumah suku Sasak ini. Begitu anda menjejakan kaki anda ke lantai dalam rumah tersebut, maka ada akan merasa sensasi dingin dan kesatnya lantai yang anda injak.

Tradisi membersihkan rumah dengan kotoran sapi ini biasanya dilakukan oleh perempuan suku Sasak yang sudah berkeluarga. Hal tersebut dilakukan sebulan sekali.

Selain dipakai untuk mengepel lantai, kotoran sapi atau kerbau ini juga dijadikan bahan campuran untuk membuat lantai rumah adat. Dipercaya dengan adanya campuran kotoran tersebut, maka lantai rumah akan kuat dan tidak mudah retak. Soal bau? Anda bisa membuktikannya sendiri ketika bertandang kesana. (FIT)

Berita Terkait

BAGIKAN