Survei Gallup: Pemerintah Indonesia Masih Dipercaya Rakyat

Foto: Setkab

Jakarta, Sayangi.com – Meski banyak pengamat ekonomi menyebut perekonomian Indonesia carut-marut lantaran tingginya defisit neraca perdagangan dan inflasi, sera rentan pengaruh kebijakan negara asing, tapi survei sebuah lembaga di luar negeri ternyata menunjukkan masih tingginya kepercayaan terhadap Pemerintah.

Lembaga survei dari Amerika Serikat, Gallup, menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Pemerintah masih tinggi. Dalam survei yang dipublikasikan pada Minggu (24/11) itu, jumlah warga yang berkembang (thriving) pada 2012 mencapai puncaknya, dan menunjukkan pertumbuhan 20% dibanding tahun sebelumnya (2011). Sementara jumlah orang yang menderita (suffering) turun 5% dibanding tahun sebelumnya, dan mencapai titik terendah yang sama dengan yang terjadi pada 2007 lalu.

Menurut Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro, nilai Indonesia pada 2012 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2007. “Berarti yang bagus kalau 2007 di kiri 2012, karena kalau di kanan berarti semakin percaya. Ternyata Indonesia itu tinggi. Itu nomor dua setelah Swiss,” kata Bambang di Ciater, Kabupaten Subang, Jabar, Sabtu (23/11).

Wakil Menteri Keuangan II itu juga menyebutkan, negara-negara seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan memiliki nilai yang lebih kecil daripada Indonesia. “Yunani saja merahnya di kiri yang putih, artinya kepercayaan kepada pemerintahnya menurun. Amerika Serikat hampir sama, Spanyol, Meksiko. Jadi sebenernanya ini cukup bagus,” tambahnya.

Keadaan ini, menurut Bambang, dikarenakan posisi fiskal yang kuat dan posisi utang pemerintah yang rendah. Namun, ke depan, kebijakan ini akan terus diharmonisasikan juga dengan kebijakan moneter. “Tapi gak bisa fiskal saja, butuh moneter juga. Harmonisasi ini yang menjadikan perekonomian stabil,” paparnya.

Dalam survei Gallup itu juga disebutkan, secara luas masyarakat sudah bisa merasakan pemulihan ekonomi. Ppada tahun 2012, sekitar setengah (49%) responden merasa standar kehidupan mereka telah membaik, naik dari 19% pada tahun 2008. Tahun 2012, 14% menyatakan standar kehidupan mereka telah menjadi lebih buruk.

Survei Gallup ini dilakukan berdasarkan wawancara tatap muka dengan sekitar 1.000 orang dewasa yang tinggal di Indonesia, berusia 15 tahun dan lebih, dilakukan pada Agustus 2006, April 2007, Maret 2008, April-Mei 2009, April 2010, Mei 2011, dan Februari, Mei, dan September 2012. (MSR/Setkab)