Diskusi IP: Kembalikan Blok Mahakam ke Negara

Foto: Fahri

Jakarta, Sayangi.com – Industri migas nasional memasuki babakan penting terkait dengan persoalan alih kelola ladang-ladang migas yang telah habis masa kontrak. Dalam delapan tahun ke depan, ada 29 blok migas yang akan habis masa kontraknya, antara lain Blok Mahakam (2017), Blok Sanga-sanga (2018), Blok Jambi Merang (2019), dan Blok Rokan (2021). Ketika kontrak berakhir, rata-rata blok migas tersebut telah mengalami usia pengurasan cadangan selama 30 tahun atau lebih.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), M. Kholid Syeirazi dalam acara Dialog Publik bertajuk “Merebut Blok Mahakam: Strategi Menegakkan Kedaulatan Energi Nasional”, di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, jakarta Pusat (25/11/2013). Hadir juga sebagai pembicara dalam acara yang di gelar Institut Proklamasi (IP) itu Peneliti Institut Global Justice (IGJ) Salamudin Daeng dan Mu’min Emin dari Forum Pemuda untuk Kedaulatan Energi (FPKE).

“Pada saat ditemukan, cadangan Blok Mahakam mencapai 21,2 triliun kaki kubik (tcf) gas dan 1,68 miliar barel minyak”,  kata Kholid.

Menurut Kholid,  sejak UU 1960 sudah ada ketentuan bahwa perusahaan-perusahaan asing boleh hidup dan beroperasi di Indonesia jika menjadi kontraktor dari perusahaan negara.

“Selama minyak berada di wilayah NKRI, itu adalah milik negara”, tambahnya.

Salamudin Daeng mengatakan jika Blok Mahakam lepas dari asing dan dikelola negara, maka akan sangat jelas lebih menguntungkan untuk negara.

“Seharusnya kuasa pertambangan itu ada pada pemerintah, baru pelaksananya perusahaan”, jelas Salamudin.

Salamudin menambahkan, yang diperlukan adalah keberpihakan pemerintah kepada rakyat dan pembenahan sistem negara. “Sistem kita adalah musyawarah, bukan kompetisi”, lanjutnya.

Sementara itu Mu’min Emin menyoroti keberpihakan negara terhadap BUMN Migas. Yang dimaksud menguasai dalam pasal 33 UUD 1945, menurut Mu’min Emin, adalah pengelolaan dan pengawasan.

“Semua negara di dunia memihak BUMN migasnya. Blok Mahakam telah dikelola kontraktor asing dalam waktu 50 tahun, batas paling lama kontrak. Kini harus kembali ke negara melalui BUMN”, ungkapnya. (FHR)