Pemprov Kalsel Berikan Beasiswa S1 Bagi Seribu Guru

Foto: Wikimedia

Banjarmasin, Sayangi.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam dua tahun terakhir memberikan beasiswa kepada seribu guru setiap tahun untuk melanjutkan pendidikan strata satu sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru pada setiap jenjang pendidikan.

Gubernur Kalimantan Selatan pada peringatah Hari Guru Nasional di Banjarmasin, Senin mengungkapkan beasiswa pendidikan tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia daerah.

“Kita berharap dengan guru yang memiliki pendidikan dan kompetensi tinggi, maka kualitas sumber daya manusia daerah yang dihasilkan dari dunia pendidikan juga akan meningkat,” katanya.

Peringatan hari guru nasional Kalimantan Selatan dipusatkan di Gedung Sultan Suriansyah dirangkai dengan acara seminar sehari, dengan tema mewujudkan guru yang kreatif dan inspiratif, dengan menegakkan kode etik untuk penguatan kurikulum 2013.

Sayangnya, seminar sehari yang dimulai sekitar pukul 16:00 Wita tersebut kurang mendapatkan respon dari guru, ratusan guru yang sebelumnya memadati gedung terbesar di Kalsel tersebut, satu persatu meninggalkan gedung, saat seminar akan dimulai.

Padahal panitia dari PGRI, sengaja mendatangkan pembicara dari luar provinsi yaitu Dekan FKIP Negeri Surakarta yang juga ketua Asosiasi Dekan FKIP seluruh Indonesia M Furqon.

Alhasil, seminar yang diharapkan akan mampu memberikan pencerahan kepada para guru tersebut, hanya diikuti tidak lebih dari seperempat peserta, walaupun pada saat itu Gubernur tetap setia menunggu hingga seminar berlangsung.

Wakil Ketua PGRI Kota Banjarmasin Johansyah mengungkapkan, saat ini yang harus diterapkan para guru untuk mendidik dan mengembangkan para siswa adalah keteladanan.

Keteladanan dimaksud, kata dia, adalah dengan memberikan contoh terbaik dalam perilaku sehari-hari, misalnya bila guru meminta siswa untuk disiplin, para guru juga harus disiplin.

“Kalau guru meminta siswa tidak boleh gondrong, maka guru juga tidak boleh gondrong, kalau siswa tidak boleh terlambat, guru juga tidak boleh terlambat, jadi ketauladanan, adalah hal yang sangat penting,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kalsel Ngadimun mengungkapkan, selain fokus meningkatkan kualitas guru, kini dinas pendidikan juga sedang mengembangkan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurut Ngadimun, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, akan diberikan kesempatan untuk belajar di sekolah umum sebagaimana anak-anak normal lainnya.

“Untuk memenuhi kebutuhan pengajar inklusi tersebut, kita telah menyekolahkan 750 orang guru dari segala jenjang pendidikan,” katanya.