Survei LIPI: Hanya 37 Persen Masyarakat Tertarik Politik

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.Com – Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan ketertarikan masyarakat pada politik rendah. Hanya sekitar 37 persen responden yang mengaku tertarik atau sangat tertarik terhadap masalah politik atau pemerintahan.

“Angka ini relatif sama dengan rata-rata di negara-negara demokratis pada tahun 1990-an, yakni sebesar 36 persen,” kata peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam paparannya di Jakarta, Senin (25/11).

Dengan demikian, kata Wawan, ada 60 persen lebih responden yang menyatakan kurang tertarik dan tidak tertarik sama sekali dengan masalah politik.

Menurut survei LIPI, dalam keseharian mayoritas responden mengaku tidak pernah mendiskusikan masalah politik atau pemerintahan, yaitu sebesar 40,8 persen. Sementara itu, sebesar 37,3 persen responden mengaku jarang mendiskusikan masalah politik dengan teman dan tetangga.

“Jadi, hanya 20,9 persen yang mengaku sering atau sangat sering melakukannya,” ujar Wawan.

Tingkat keterlibatan politik responden melalui diskusi politik dengan keluarga juga sangat rendah. Responden yang mengaku sering melakukannya sebesar 13,5 persen dan yang mengaku sangat sering mendiskusikan masalah politik hanya 0,9 persen. Sebesar 44 persen mengaku tidak pernah dan 40,7 persen jarang melakukannya.

“Angkanya tidak terlalu banyak berubah, yaitu sekitar 4 dari 5 orang responden mengaku jarang/sangat jarang atau tidak pernah terlibat dalam diskusi masalah politik atau pemerintahan, baik dengan anggota keluarga maupun teman atau tetangga,” ujarnya.

Sedangkan terkait partisipasi politik, hanya 3,3 persen responden pernah membantu kampanye bagi caleg/ parpol seperti menyumbang dana. Lalu sebesar 7,6 persen yang pernah menyampaikan aspirasi kepada caleg/ parpol selama kampanye dan 10,8 persen pernah mempersuasi orang lain untuk memilih caleg/ parpol pilihannya.

“Partisipasi politik dalam bentuk menghadiri kampanye dan menggunakan atau memasang atribut kampanye Caleg/Parpol lebih tinggi, yaitu masing-masing 24,1 persen dan 27,7 persen,” katanya. 

Survei LIPI ini dilakukan di 31 provinsi di seluruh Indonesia dengan responden 1.799 orang di 90 desa/ kelurahan. Ambang kesalahan survei 2,31 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Ant)