Bank Diminta Tidak Buru-Buru Naikkan Bunga KPR

Foto: Bank Permata

Jakarta, Sayangi.com – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) mempengaruhi berbagai sektor perekonomian di Indonesia. Salah satunya sektor real estate. Jika bunga KPB bank melonjak, masyarakat berpendapatan minim harus melupakan mimpinya mendapatkan rumah idaman.

Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dalam pertemuan dengan para pengusaha real estate mengaku memahami kegelisahaan yang dihadapi para pengusaha itu. Namun dia juga meminta pengeritan dari segenap pengusaha real estate di Indonesia agar bisa memahami kebijakan otoritas moneter tersebut.

“Saya memahami apa yang sekarang dihadapi saudara-saudara. Namun, saya juga mohon pengertiannya. Kebijakan otoritas moneter ini tidak terlepas dari gejolak perekonomian global yang terjadi,” tuturnya. Budiono juga mengharapkan, perbankan nasional menanggapi langkah BI ini secara bertahap atau tidak secara drastis mengubah kebijakannya sehingga mempengaruhi berbagai sektor lain, termasuk real estate.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Setyo Maharso mengeluarkan statement bahwa kenaikan BI Rate, yang didahului oleh penetapan Loan To Value (LTV) Ratio harus diwaspadai oleh pihak pengembang perumahan. “Walaupun begitu kami mengerti sikap moneter BI dalam menghadapi defisit transaksi berjalan dan kondisi perekonomian global,” tuturnya.

Dia juga mengharapkan agar perbankan nasional tidak terburu-buru menaikan suku bunga pinjaman. “Kami takut masyarakat yang ingin memiliki rumah hanya dapat bermimpi karena kenaikan yang terjadi ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, BI kembali menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin hingga mencapai angka 7,5 persen di awal November lalu. Langkah BI ini tidak lain bertujuan untuk menahan laju investasi dan inflasi sehingga dapat berkontribusi positif terhadap defisit neraca transaksi berjalan. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN