Hari Pertama Tilang Jalur Busway Hasilkan Rp 127 Juta

Foto: Sayangi.com/Haidar

Jakarta, Sayangi.com – Meski aturan denda maksimal jalur busway sudah disosialisasikan, namun tetap saja para pengendara, warga Jabodetabek masih banyak melakukan pelanggaran. Sebagai buktinya, pada hari pertama pengefektifan denda maksimal pelanggar jalur busway, Polda Metro Jaya mendata terdapat 254 kendaraan yang melintas jalur busway. Total pendapatan negara dari denda tersebut sekitar Rp127 juta.

“Hari pertama, jumlah tilang jalur busway sebanyak 254 kendaraan,” kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono, di Jakarta, Senin (25/11).

Total kendaraan pelanggar bila dikalikan denda maksimal Rp 500 ribu untuk mobil atau motor, maka totalnya Rp 127 juta.

Dijelaskan Hindarsono, dalam tilang tersebut, pihaknya menyita barang bukti 118 surat izin mengemudi (SIM) dan 136 surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Jenis kendaraan yang paling banyak melanggar, yakni 217 sepeda motor, 22 mobil pribadi, 14 angkutan umum dan satu unit kendaraan beban.

Jumlah pelanggar tertinggi, yaitu di wilayah Jakarta Barat dengan 262 kasus, Jakarta Pusat dan Timur 19 kasus, Jakarta Selatan 18 kasus dan Jakarta Utara 4 kasus.

Berdasarkan profesi pengendara, 189 orang swasta, 33 orang pengemudi, 13 orang wiraswasta, sembilan orang pedagang/buruh, delapan pelajar dan dua pegawai negeri sipil.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya, kejaksaan dan pengadilan menerapkan denda maksimal bagi pengendara yang menerobos jalur Busway yang berlaku mulai Senin (25/11). Berdasarkan kesepakatan denda maksimal jalur busway adalah Rp 500 ribu, baik untuk sepeda motor maupun mobil.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN