Istri Anas Urbaningrum Diperiksa KPK

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Athiyyah Laila, istri mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang juga tersangka grativikasi, datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/11).

Dia datang ke KPK pukul 09.45 WIB untuk memenuhi surat panggilan guna pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahrga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat.

Athiyyah yang mengenakan hijab warna merah maroon yang dipadu dengan baju gamis putih bermotif batik datang bersama 2 wanita kerabatnya. Saat tiba di Gedung KPK, dia hanya tersenyum. Namun, sebelum masuk ke lobby gedung KPK, dia berkata, “Nanti ya saya masuk dulu.”

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, Athiyyah akan menjalani pemeriksaan untuk tersangka Direktur Utama PT Dutasari Ciptalaras, Machfud Suroso.

“Sebagai saksi untuk tersangka MS (Mahfud Suroso), dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kasus Hambalang,” kata Johan.

Untuk diketahui, Attiyah adalah mantan komisaris PT Dutasari Citralaras selaku perusahaan subkontraktor “mechanical electrical” dalam proyek Hambalang.

Dalam kaitan tersebut, KPK telah menggeledah empat rumah Attiyah pada Selasa (12/11), dalam penggeledahan itu KPK menyita sejumlah barang dan uang.

KPK menyita uang Rp 1 miliar dari rumah di Jalan Selat Makassar Perkav AL Blok C9 Duren Sawit, paspor atas nama Attiyah, kartu nama atas nama presiden PT AA Pialang Asuransi Wasit Suadi, kartu nama Direktur Adhi Karya Bambang Tri, kartu nama PT Pembangunan Perumahan Ketut Darmawan, buku tahlilan dengan gambar Anas Urbaningrum serta empat unit telepon selular Blackberry dan satu telepon selular merek lain.

Blackberry itu disita dalam penggeledahan karena diduga terkait dengan kasus yang disidik Hambalang menurut Juru Bicara KPK Johan Budi.

Dalam penyidikan korupsi proyek Hambalang, KPK telah menetapkan empat tersangka yaitu Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen, mantan Menpora Andi Alifian Mallarangeng selaku Pengguna Anggaran, mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor dan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN