PKL KS Tubun Enggan Tempati Lapak di Slipi Jaya

Foto : Isrimewa

Slipi, Sayangi.com – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jl KS Tubun yang direlokasi ke Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat, hingga saat ini masih enggan menempati lahan yang sudah disediakan. Mereka mengaku malas jualan, karena lokasi tempat yang disediakan berada di basement sehingga sepi pembeli.

Tercatat, dari 44 PKL yang sudah mendaftar ulang, hanya empat pedagang yang sudah berjualan, yaitu satu pedagang arang batok kelapa di lantai basement bernama Tasilah (35), dan tiga lainnya di lantai dasar.

“Sudah dua minggu ini saya berjualan di sini (Pasar Slipi Jaya). Dan selama itu belum ada satu pun pembeli yang datang. Makanya, dari 44 PKL pindahan KS Tubun baru empat yang menempati lapak yang disediakan,” ujar Tasilah, Selasa (26/11).

Tumiran (55), pedagang sepatu bekas menuturkan, enggan menempati kios karena sudah mengetahui bakal sepi pembeli. Hal ini berbeda dengan berjualan di emperan, yang menurutnya dalam sehari bisa mengantongi uang hingga Rp 300 ribu.

“Tahun 1996 saya sudah berdagang di Pasar Slipi Jaya. Tapi, hanya bertahan tiga bulan karena sepi pengunjung. Makanya saya lebih baik berjualan di Jl KS Tubun,” terang bapak dua anak itu.

Kepala PD Pasar Slipi Jaya, Yusuf Rahmat mengaku, tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Padahal, sarana dan prasarana sudah dipersiapkan dengan baik. Yusuf juga mengatakan, dirinya sudah memberikan imbauan kepada para pedagang yang terdaftar untuk kembali berjualan.

“Para pedagang saat ini sedang menyiapkan barang-barang dagangannya, bukan tidak mau pindah ke sini. Sebagian izin ke saya mereka pulang kampung dulu buat cari modal,” ucap Yusuf.

Yusuf menjelaskan, mayoritas pedagang takut barang dagangannya tidak laku terjual. Dengan kondisi tersebut, dirinya juga kebingungan, untuk membuat beragam promosi atau mengadakan hiburan jika para pedagang tetap tidak mau berjualan.

“Padahal kita bersama Camat Palmerah sudah berkoordinasi untuk menggelar hiburan di sini. Cuma pedagangnya belum ada. Mereka sudah ketakutan dulu,” tandas Yusuf. (MD/bj)