Rp 80 Miliar untuk Bangun Embung di DKI

Foto : bebasbanjir2025.wordpress.com

Jakarta, Sayangi.com – Untuk mengatasi banjir di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta selain telah memulai pekerjaan normalisasi waduk dan kali, juga akan membangun embung (sejenis waduk mikro) dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp 80 miliar. Saat ini tengah dilakukan proses pembebasan lahan di sejumlah lokasi agar pada 2014 mendatang pembangunan penampungan air hujan itu bisa dimulai.

Di Jakarta Timur, embung akan dibangun di enam lokasi. Masing-masing di Jl Madrasah RT 03/01 Bambu Apus, Cipayung. Kemudian di Jl H Dogol Pondok Bambu, Duren Sawit. Selain itu Jl Sejuk, Cipayung, Jl Penggilingan, Cakung, Jl Penganten Ali 3, Ciracas dan Jl Cibubur. Dari enam lokasi ini, yang terlihat sudah fiks adalah di Jl Madrasah Bambu Apus. Sebab, warga sudah bersedia lahannya dibebaskan. Selebihnya masih dalam proses sosialisasi.

Di Bambu Apus lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan embung seluas 5.514 meter persegi. Lahan itu terbagi dalam tiga peta bidang milik dua warga. Masing-masing milik Liani Herlina (48) dan Thomas Ratulangi (45).

Lahan itu masih berupa kebun. Sedangkan untuk nilai ganti rugi sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) di wilayah itu mencapai Rp 1,8 juta per meter.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Jaringan Utilitas Dinas Pekerjaan Umum DKI, Eddy Sudrajat mengatakan, pembangunan embung ini mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 1.083 tahun 2013 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Embung. Peraturan lainnya adalah Pergub Nomor 1.566 tahun 2013 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Embung.

“Rencana pembangunan embung di Bambu Apus ini sebelumnya kita rapatkan di Dinas PU. Kami sudah musyawarah harga dengan pemilik lahan dan semua setuju dengan harga NJOP,” ujar Eddy Sudrajat, Sabtu (30/11).

Menurutnya, pembayaran ganti rugi terhadap pemilik lahan itu akan menunggu berkas dan peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia berharap berkas itu lengkap pada Jumat pekan depan. Sehingga pada tahun 2014 pembangunan embung sudah dapat dimulai.

Eddy juga menyebutkan pembebasan lahan kurang dari 1 hektar tidak melalui Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Namun, tetap harus diketahui lurah dan camat setempat. Sedangkan di atas 1 hektar, seperti di Jl H. Dogol Pondok Bambu, Duren Sawit yang luasnya mencapai 14.720 meter persegi, pembebasan lahannya melalui P2T Jakarta Timur.

Selain di Jakarta Timur, Pemprov DKI juga akan membangun embung di wilayah lain. Seperti di kawasan Lebak Bulus 3, Pondok Labu Jakarta Selatan, seluas 2.143 meter persegi. Kemudian di RT 12/01 Cipedak, Jagakarsa akan dibangun embung seluas 8.704 meter persegi. Selanjutnya di Jl Kebagusan, Pasar Minggu, Jl Rorotan Cilincing dan Jl Lapangan Merah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Seluruh lahan itu merupakan hasil usulan warga. Dinas PU hanya mengeluarkan anggaran untuk pembebasan lahan dan pembangunannya sebesar Rp 80 miliar. (MD/BJ)