Wagub Sumsel Minta RSMH Tak Hentikan Berobat Gratis

Foto: Sayangi.com/Ardhy Fitriansyah

Palembang Sayangi.com – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Meki mengharapkan agar Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang tidak menghentikan program berobat gratis yang telah berjalan selama ini.

Hal ini terkait dengan kebijakan Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang yang akan menghentikan pelayanan program berobat gratis pemerintah provinsi Sumatera Selatan karena ada perjanjian kerjasama antara RSMH dengan Pemprov Sumsel ada yang belum terselesaikan dan tunggakan pemrov yang belum dilunasi.

“Masalah tunggakan selama dua bulan, dalam waktu dekat ini akan dilunasi” kata Ishak (30/11)

Pihak pemerov juga meminta RSMH tidak menarik dana dari pasien yang sudah masuk program berobat gratis tersebut.

“Program berobat gratis merupakan kebijakan untuk membantu warga kurang mampu. Janganlah ditarik,” kata mantan Bupati Ogan Komering Ilir ini.

Menurut Ishak, bukan hanya Jamsoskes dari Pemrov Sumsel saja program Jamkesmas dari pemerintah pusat pun saat ini belum melakukan pembayaran.

Namun demikian, lanjut Ishak, agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, ke depan Pemrov Sumsel akan melakukan koordinasi secara terus menerus.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Provinsi Sumsel Laonma PL Tobing mengatakan, pelunasan pembayaran Jamsoskes Sumsel Semesta kepada RSMH akan diselesaikan pada Desember mendatang.

Sedangkan Kepala Dinkes Sumsel, dr Hj Fenty Aprina M.Kes, menyetakan, kebijakan itu harusnya tidak diambil oleh RSMH. “Kita sendiri, sebenarnya sudah membayar tunggakan ke RSMH sebesar Rp 47 miliar pada Oktober lalu. Pemprov juga setiap bulannya, mengucurkan Rp 10 miliar untuk RSMH. Kami sudah membayar kepada mereka sesuai aturan,” ungkapnya.

Harusnya, kata Fenty, RSMH tidak hanya mengurusi klaim Jamsoskes Sumsel Semesta saja. Pelayanan yang diberikan kepada pasien harusnya juga diurusi. Bahkan RSMH, pernah dapat peringatan dari Menteri Kesehatan karena menghentikan layanan berobat gratis. “Namun ke depannya, persoalan ini akan kami bahas lebih lanjut dengan RSMH, sehingga ada jalan keluar,” ujar Fenty

Seperti ini dikatakan Kepala Instalasi Hukum dan Humas RSMH, Emma Huzaimah, saat ini masih mempunyai tunggakan ke perusahaan obat-obatan sebesar Rp 41 miliar. Tunggakan itu, adalah tunggakan obat-obatan dari pasien Jamsoskes Sumsel Semesta.

Selama ini, kata Emma, RSMH menalangi pembayaran obat-obatan tersebut. Karenanya untuk efisiensi pendanaan, manajemen RSMH untuk sementara waktu akan memberlakukan kebijakan menarik biaya pelayanan kepada pasien Jamsoskes Sumsel Semesta.

“Kami pihak RSMH sebenarnya berkomitmen untuk melaksanakan program ini, kami bahkan sudah berulangkali rapat dengan Dinkes Sumsel namun yang diutus hanya wakilnya saja. Surat juga, sudah kita layangkan namun belum ada balasan,” kata Emma. (VAL)
 

Berita Terkait

BAGIKAN