Sosialisasi BNP2TKI di Labura, Mensinergikan Kualitas Pelayanan TKI

Foto: Sayangi.com/Okky

Labura, Sayangi.com – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) secara terus menerus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap TKI yang dilakukan sejak di tanah air, negara penempatan, hingga kembali ke tanah air lagi.

“Upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap TKI itu dilakukan BNP2TKI melalui langkah-langkah mensinergikan pelayanan dengan instansi terkait lainnya, serta dengan stakeholders pelaku penempatan TKI,” demikian disampaikan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Haposan Saragih dalam kegiatan Sosialisasi Program Penempatan dan Perlindungan TKI Melalui Media Tradisional di Lapangan Aek Natas Kabupaten Labuan Batu Utara (Labura) Sumatera Utara, pada Jumat (29/11)┬ámalam.

Haposan Saragih – mewakili Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat – dalam kegiatan Sosialisasi BNP2TKI bertema “Bersama TKI Membangun Negeri” di Labura itu didampingi Kasubdit Sosialiasasi Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Bambang Herawan, Kasi Pelaksanaan Sosialisasi Sholeh Hidayat, serta Kepala BP3TKI Medan Haris Nainggolan dan beberapa pejabat BP3TKI Medan lainnya. Hadir pula anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Yahdil Abdi Harahap, Wakil Bupati Labura Minan Pasaribu, Kepala Dinsosnaker Kabupaten Labura Muhamad Asril, Camat Aek Natas Susi Asmarani, serta unsur Muspida dan Muspika di Kabupaten Labura lainnya.

Dalam sosialisasi itu warga masyarakat Aek Natas Labura dihibur Seni Tari Persembahan dan Seni Tari Serampang 12 dari Sanggar Tari Visual, berikut Seni Drama “Jadi TKI dengan Benar” dari Group Gita Handayani, serta hiburan musik dengan bintang tamu Novi KDI.

Haposan mengatakan, tujuan dari sosialisasi melalui media tradisional yang diselenggarakan BNP2TKI bekerjasama dengan BP3TKI Medan ini adalah, untuk memberikan pemahaman yang jelas dan menyeluruh kepada masyarakat – khususnya calon TKI dan keluarga TKI – di Labura mengenai tatacara, mekanisme, dan prosedur menjadi TKI yang benar.

Disamping itu, untuk mensinergikan adanya langkah-langkah perbaikan kualitas pelayanan untuk melindungi TKI sejak di tanah air, yakni ketika masih menjadi calon TKI. Berikut mendorong kepada warga masyarakat calon TKI mematuhi terhadap peraturan dan perundang-undangan, khususnya UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri. Sehingga tidak sampai menimbulkan risiko buruk bagi TKI yang bekerja di luar negeri.

TKI Berkualitas

Haposan mengatakan, Pemerintah (BNP2TKI – red.) tidak dalam posisi mendorong-dorong warga masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Pemerintah telah berusaha keras dan optimal untuk membuka lapangan kerja melalui berbagai program dan kegiatan, namun belum mencukupi lapangan kerja di dalam negeri. “Namun demikian sekiranya ada warga masyarakat berminat menjadi TKI, jadilah TKI formal yang berkualitas. Sehingga nantinya dapat memartabatkan TKI dan citra baik bangsa dan negara,” kata Haposan. “Program penempatan TKI ke luar negeri itu menjadi salah satu alternatif. Bekerja ke luar negeri merupakan pilihan, jangan sampai terpaksa,” tambahnya.

Lebih jauh Haposan menjelaskan, jika ada warga masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri hendaknya dipersiapkan dengan baik, mempunyai kompetensi yang cukup dan paham terhadap prosedur serta tatacara bekerja ke luar negeri secara benar dan aman sesuai aturan.

Ke luar negeri, lanjut Haposan, disamping cari uang juga menimba pengetahuan. Sehingga dengan potensi yang dimiliki TKI nantinya bisa dikembangkan untuk modal usaha produktif di daerah asal masing-masing dan tidak lagi kembali menjadi TKI bekerja ke luar negeri.

Haposan menegaskan, bahwa pekerjaan di luar negeri tidak hanya bidang Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) saja, tetapi masih banyak pekerjaan di sektor lain yang jauh lebih bagus dari segi perlindungannya maupun upahnya. Misalnya pekerjaan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, manufaktur, konstruksi, dan berbagai sektor jasa lainnya.

“Kalau toh memang tidak pilihan selain PLRT, seyogyanya bekerjalah menjadi PLRT di negara penempatan yang cukup memberikan jaminan perlindungan terhadap PLRT, seperti di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura,” kata Haposan mengingatkan.

Haposan menambahkan, bekerja ke luar negeri itu memerlukan persiapan matang. Berikut pentingnya ada program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) agar warga masyarakat yang ingin bekeja ke luar negeri nantinya yang betul-betul sudah siap dan memiliki kompetensi yang cukup.

Didalam mengupayakan kualitas pelayanan pada TKI yang akan bekerja ke luar negeri, serta untuk peningkatan harkat hidup mantan TKI dan keluarganya, BNP2TKI akan terus menempatkan pentingnya kerjasama dengan Pemda sebagai garda terdepan dalam setiap upaya membangun kehidupan TKI dan keluarganya yang lebih baik dan bermartabat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bekerja ke luar negeri. Di antaranya, calon TKI wajib daftar melalui Dinas Tenaga Kerja setempat. Jangan mau dibujuk-rayu calo TKI. Carilah informasi yang benar ke Disnakertrans setempat atau ke BP3TKI.

“Jika menemukan masalah dapat menghubungi Call Center BNP2TKI melalui saluran bebas pulsa untuk dalam negeri di nomor 08001000 yang membuka layanan 24 jam,” kata Haposan. (Humas BNP2TKI)