Tiga Kementerian Sepakat Perluas Kesempatan Kerja bagi Perempuan

Foto: synergy4life

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah terus mendorong perkembangan wirausaha yang dikelola kaum perempuan. Alasannya, karena wirausaha-wirausaha tersebut dipandang memiliki nilai strategis dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas lapangan dan kesempatan kerja baru, serta menopang perekonomian Negara.

Apalagi sekitar 60 persen pelaku usaha kecil menengah (UKM) adalah perempuan, sehingga peranan perempuan sebagai pelaku wirausaha harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, dalam rangka mensinergikan kebijakan pemberdayaan perempuan antar institusi pemerintah, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama-sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya mengejawantahkan komitmen pemberdayaan kaum perempuan.

Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) tentang Perluasan Kesempatan Kerja dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja Melalui Gerakan Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri.

Penandatanganan ini dilakukan secara resmi oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili SesMen Sri Danti Anwar dan Menteri Koperasi dan UKM  yang diwakili Deputi Bidang Produksi Bramansetyo.

“Nota Kesepahaman Bersama ini selanjutnya akan menjadi dasar kerjasama yangbertujuan untuk mensinergikan program dan kegiatan antara bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dengan bidang koperasi dan usaha kecil menegah, serta bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar saat membuka secara resmi Gerakan Penangulangan Pengangguran (GPP) tahun 2013 di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2013).

Melalui rilis yang diterima Sayangi.com, Muhaimin mengatakan, upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Kerja keras harus dilakukan secara bersinergi dengan melibatkan semua stake holder, mulai dari pemerintah, swasta hingga masyarakat

“Salah satu aksi nyata dari kesepakatan itu adalah dukungan bagi pengembangan sektor kewirausahaan bagi kaum perempuan, mengingat sekitar 60 % pelaku usaha kecil menengah adalah perempuan,” kata Muhaimin.

Pemberdayaan perempuan melalui kegiatan kewirausahaan ini, kata Muhaimin merupakan koreksi atas strategi bantuan sosial selama ini yang terlalu menyebabkan ketergantungan kaum perempuan pada sumber-sumber keuangan alternatif dalam mengembangkan usahanya.

“Melalui program pendampingan, kita berdayakan para wirausaha perempuan ini agar tidak terlalu tergantung pada hibah program-program bantuan pengentasan kemiskinan, baik yang berasal dari pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial dan LSM, bahkan rentenir (bank keliling, bank titil, bank plecit), kerabat, dan tetangga,”kata Muhaimin.

Dikatakan muhaimin, melalui Nota Kesepahaman tiga Kementarian ini diharapkan akan lahir sinergi program kewirausahaan kaum perempuan yang antara meliputi pembentukan komitmen dan jiwa kewirausahaan perempuan, peningkatan kompetensi SDM Perempuan dan menumbuhkan embrio-embrio wirausaha perempuan.

“Ketiga Kementerian akan mensinergikan program-program lainnya, yaitu berupa pemberian bantuan sarana usaha sebagai stimulasi bagi wirausaha pemula, peningkatan kapasitas kelembagaan usaha, fasilitasi akses permodalan dan pemasaran, dan penyediaan fasillitas jaminan sosial,” jelas Muhaimin.

Bahkan tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pembinaan manajemen usaha, aspek legal, akses CSR, dan pengembangan jejaring dan kemitraan usahaserta penyediaan profil perempuan Indonesia, sarana pendukung pemberdayaan perempuan, serta promosi bagi creatordan inovator perempuan Indonesia.

Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia sebanyak 570.339 orang, atau 0,24% dari penduduk Indonesia yang berjumlah 237,64 juta orang. Padahal sebuah bangsa akan maju dan sejahtera apabila memiliki minimal 2% wirausaha dari jumlah penduduknya.

“Untuk mencapai jumlah yang ideal, kita masih butuh tambahan sekitar 4,18 juta wirausaha, sehingga target ideal jumlah wirausaha sebanyak 4,75 juta wirausaha dapat tercapai dalam waktu tidak terlalu lama.”