PMKRI: Agenda WTO Bagi Indonesia Tak Strategis

Foto: Sayangi.com/Eman MG

Jakarta,Sayangi.com- Terkait rencana penyelenggaraan pertemuan WTO di Indonesia Desember mendatang, Ketua Presidium PMKRI Lidya Natalia Sartono kepada redaksi sayangi.com, Sabtu (30/11) mengatakan tidak ada yang strategis bagi Indonesia dalam forum itu, sehingga pemerintah jangan sampai menganggap itu agenda yang serius.

WTO merupakan  badan internasional yg secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri World Trade Organization (WTO) dan telah meratifikasi persetujuan pembentukan WTO Melalui UU No.7 th.1994. Kendati demikian semenjak bergabung di WTO, sampai saat ini Indonesia belum mendapatkan keuntungan yang signifikan tutur Lidya.

Selanjutnya Lidya mengatakan bahwa Produk nasional Indonesia gagal bersaing dipasar internasional sebagai akibat dibukanya pasar barang asing yang berlebihan di indonesia.

“Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini justru pemerintah indonesia bersedia menjadi tuan rumah untuk agenda WTO,” kata Lidya.

Dikatakan Lidya, Ini sama saja dengan membuat forum agar negara-negara asing makin sempurna merumuskan konsep tentang bagaimana menjual produksi mereka di pasar dan tentu saja indonesia menjadi penonton. Sederhananya kita melihat bahwa tak ada yang strategis dari pertemuan itu sebab sektor industri kita sudah bisa dipastikan tidak akan mampu bersaing di pasar. Faktanya pemerinta tak pernah serius mendorong sektor ini sebab terikat perjanjian pasar bebas semisal AFTA dan CAFTA.

“Dari sisi regulasi terlihat jelas jika pemerintah kita tidak melakukan proteksi terhadap industri dalam negeri sehingga praktis yang akan kita temui di pasar adalah produk asing,” ungkap Lidya

Pertemuan WTO di Indonesia, lanjut Lidya, menjelaskan kepada kita bahwa pemerintahan ini adalah pemerintahan yang setia menjalankan agenda neoliberalisme.

“Intinya agenda ini hanya menghabiskan anggaran saja tanpa isu yang menguntungkan Indonesia ” tutup Lidya. (EMG)

Berita Terkait

BAGIKAN