Marzuki Alie: Di Konvensi PD, Saya Kampanye Soal Bangsa Bermartabat

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Sistem konvensi yang dipilih Partai Demokrat dalam menjaring calon presiden sempat heboh dan mengundang rasa penasaran publik. Namun, setelah panitia konvensi menetapkan 11 peserta yang akan bersaing sebagai calon presiden, kabar tentang Konvensi Partai Demokrat kini nyaris tak bergema lagi. Orang tak lagi ramai memperbicangkannya, media pun enggan mengangkatnya sebagai berita. Apa sebenarnya yang terjadi? dan bagaimanakah persiapan para kandidat yang akan ikut dalam konvensi tersebut?

Berikut penuturan salah satu kandidat kuat dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat, Marzuki Alie kepada Bursah Zarnubi dari Sayangi.com:

Kok sepi-sepi saja konvensi Partai Demokrat, apa sebenarnya terjadi?
Jadi begini, konvensi partai demokrat itu ada mekanismenya dan mekanisme terbagi dalam dua tahap. Pertama, diserahkan kepada masing-masing kandidat, mau kampanye, mau turun mau iklan silahkan. Kedua, di bulan Januari nanti baru difasilitasi oleh komite. Difasilitasi oleh komite itu bisa berbentuk kunjungan ke daerah dan lain-lain.

Artinya sekarang masih di tahap pertama. Nah, sebagai kandidat dalam konvensi apa saja yang sudah anda lakukan?
Yang pasti saya turun terus. Yah saya keliling mulai dari Sumatera. Seperti ini, besok saya ke Medan lalu nanti ke Batam dan ke Sumatera Barat.

Saat anda turun ke daerah apakah anda menggunakan jaringan Partai Demokrat?
Tidak mesti harus jaringan Partai Demokrat. Kadang ada tugas-tugas dari DPR, menghadiri undangan dan kadang agenda pribadi. Jadi tidak mesti jaringan demokrat, demokrat itu baru nempel.

Jadi yang anda lakukan saat keliling adalah menjalankan tugas DPR, sekaligus kampanye untuk calon presiden?
Iya, ada tugas DPR kemudian ada yang berangkat pribadi. Kesempatan itu kan ada ruang dimana kita bisa ketemu jaringan-jaringan, komunitas macam-macam.

Saat anda keliling daerah, anda membawa rombongan?
Relawan yang banyak, mantan aktifis dari unpad. Mereka ini yang ngajak golput-golput itu untuk berpartisipasi. Kemarin kami ke daerah makassar itu ada yang mau demo. Eh malah diajak bergabung. Didatangi oleh tim ini, akhirnya mereka tertarik dan bergabung. Tim ini membalikkan pikiran negatif supaya ikut berpartisipasi.

Sejauh ini bagaimana respon masyarakat tentang keinginan anda mencalonkan diri melalui konvensi partai demokrat. Lalu sebetulnya Ide apa yang ditawarkan?
Kalau mengenai respon. yah,  nanti saya cerita banyak jadinya tidak bagus

Tidak apa-apa, cerita saja!
Begini, yang ikut saya ini kebanyakan aktifis. Anak-anak muda yang golput, kita kan mengambil suara golput ini. Banyak anak muda ini kan gak peduli, banyak apolitik.  Saya sambil sosialisasi produk-produk DPR dengan undangan kampus itu, kan saya rata-rata masuk kampus, saya ajak mereka juga untuk berperan. Kadang-kadang mereka tanya persoalan yang dihadapi bangsa ini saat ini. Yah saya jelaskan disitu. Yah pikiran-pikiran kitalah.

Jadi konsentrasi anda saat ini adalah membangun partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang?
Kita bergerak ini untuk mengajak mereka peduli dengan masa depan mereka. Kerena mereka yang akan merasakan masa depan itu. Kita ini akan selesai  5 atau 10 tahun lagi, 15 tahun kedepan merekalah yang akan mengurus bangsa ini. Kalau mereka tidak peduli, bagaimana? Kalau mereka kontribusi sekarang artinya mereka sudah berpartisipasi.

Di samping isu golput, apakah ada ide lain tentang kebijakan seandainya nanti anda menang dalam Konvensi Partai Demokrat?
Bangsa ini menurut saya sudah lupa dengan istilah martabat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sudah lupa menjaga harga diri kita, lupa menjaga penghormatan terhadap harga diri kita. Termasuk dalam hal harkat dan martabat bangsa. Jadi yang harus dibangun itu bagaimana kita menjadikan bangsa ini bermartabat. Jadi ada pilarnya, pilarnya bagaimana manusia-manusianya itu mandiri dalam hal kesejahteraan. Bagaimana manusia-manusia itu mendapatkan keadilan.

Tapi bagaimana kita jadi bangsa yang bermatabat jika hampir semua sumber daya alam kita, industri bank kita dibajak asing?
Inilah yang saya maksud dengan keadilan tadi. Kita butuh pemimpin yang amanah, pemimpin yang dekat dengan rakyat, aturan-aturan yang tidak diskriminatif. Itulah keadilan. Keadilan itu tidak hanya bicara penegakan hukum, keadilan juga bicara tentang bagaimana amanah. Kerena itu seorang pemimpin harus amanah dan tidak diskirminatif.

Kalau dari segi ekonomi, untuk membangun martabat bangsa ini, apa hal yang paling urgen?
Kita ini selalu lupa masyarakat bawah, makanya yang harus dibangun itu masyarakat bawah. Istilahnya pembangunan desa untuk republik. Jadi bagaimana kita membangun desa, pemberdayaan ekonomi bagi rakyat, rakyat ikut berpartisipasi, berkontribusi dan rakyat ikut menikmati. Saat ini yang menikmati hanya kapitalis akhirnya rakyat tidak dapat apa-apa. Tapi kalau rakyat didorong bangkit, kontribusinya jelas, maka rakyat juga menikmati hasil dari pembangunan itu. Jadi ada keadilan dalam pembangunan ekonomi.

Lalu kebijakan politik anda apa?
Pembenahan di partai politik. Di Indonesia, yang membuat carut marutnya sistem politik kita adalah partai politik. Partai-partai politik kita perlu dibenahi, kumpulan manusianya dibenahi, aturan-aturan dibenahi. Jangan seperti sekarang yang tidak jelas, dana partai saja tidak jelas.

Apakah usul anda mengenai pendanaan partai politik ini?
Harusnya diberi ruang kepada partai politik itu untuk mendapatkan sumber dana yang baik. Karena partai politik bebannya berat. Mulai dari Memberikan pendidikan politik, kaderisasi, menyiapkan calon pemimpin sampai menyiapkan calon anggota DPR.

Maksud anda, anda setuju pembiayaan partai melalui APBN?
Itu banyak alternatif. Bisa jadi partai diberi kesempatan, partai itu punya saham. Kecil saja misalkan perkebunan atau tambang, daripada dijual ke asing. Karena partai itu milik publik dan bukan milik pribadi. Dari pada dijual kepada asing atau dimiliki secara pribadi oleh orang yang gak jelas. Lebih baik kalau tambang-tambang itu dimiliki oleh partai, uangnya bisa digunakan untuk rakyat, untuk pendidikan politik, pengkaderan rakyat,  lainnya kegiatan sosial rakyat. Itu bisa diaudit, ada tidak yang digunakan untuk kepentingan pribadi, kalau semunya digunakan untuk kepentingan partai tidak masalah.

Artinya, anda konsisten dengan pernyataan anda beberapa waktu lalu bahwa parpol itu dibiayai APBN?
Banyak alternatif, salah satunya pendanaannya melalui APBN. Tapi kan APBN kita ini sudah berat. Ruang fiskal kita sudah sempit,  alokasinya sudah banyak ke pendidikan, ke kesehatan dan lain-lain. Nah dari pada mempersempit ruang fiskal itu lebih baik kepada partai politik diberikan kesempatan untuk memiliki saham-saham tadi. Dan tentu itu lebih elegan dan menguntungkan rakyat.

Dalam kampanye anda nanti apa tagline anda?
Indonesia bermartabat. 3 pilar utamanya yakni: Pertama, keunggulan manusia, SDM yang kompetitif, kemudian kesejahteraan. Kedua, Rakyat yang mandiri, dan ketiga keadilan. Pemimpin dalam penegakan hukum harus amanah. Itulah konsep keadilan.

Apakah anda punya keyakinan bahwa anda siap untuk ikut Konvensi Partai Demokrat?
Kita ini ikut kata nabi, jangan ragu-ragu, jangan takut. Kata rasul kalau mau sampai kita harus berjalan, mau jadi presiden harus jalan.