Telkomsel Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Sendiri

Foto: sayangi.com/MI

Yogyakarta, Sayangi.com – Telkomsel akan mengembangkan pembangkit listrik sendiri untuk menjamin ketersediaan listrik di wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah terpencil lainnya yang masih kesulitan jaringan komunikasi.

“Ada beberapa pembangkit listrik yang sedang dikembangkan Telkomsel, selain pembangkit listrik tenaga air, juga pembangkit listrik tenaga matahari atau solarcell dan lainnya,” kata Vice President Business Suport Area Pamasuka, Suryo Hadiyanto dalam Media Gathering wartawan se Pamasuka berlangsung di Yogyakarta, 29 November hingga 1 Desember 2013.

Suryo mengatakan, kehadiran pembangkit listrik sendiri tersebut, terutama diarahkan ke daerah pelosok, terpencil serta kepulauan di mana listrik PLN belum tersedia maksimal.

“Ketersediaan listrik atau power suply, sering menjadi salah satu penyebab sehingga pelayanan jaringan komunikasi selular tidak maksimal, karena itu Telkomsel terus melakukan inovasi mencari sumber listrik yang murah,” kata Suryo.

Pengadaan listrik di luar PLN, kata Suryo, sudah dilakukan Kalimantan, dan ini akan dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia Timur dan kawasan lainnya di Indonesia yang sangat membutuhkan jaringan komunikasi.

Saat ini, Telkomsel mengoptimalkan pengembangan teknologi berbasis data, tetapi ini tentu saja membutuhkan ketersediaan infrastruktur memadai seperti halnya energi kelistrikan, karena itu beberapa sumber listrik terbarukan menjadi salah satu target untuk dibangun Telkomsel.

Pada 2014, Telkomsel menargetkan pelayanan komunikasi berbasis data akan terus meningkat, karena itu pembangunan Base Tranceiver Station (BTS) berbasis data akan lebih dipacu.

“BTS yang akan dibangun tahun 2014 ini, 70 persen mengadopsi sistem 3G atau berbasis data, ini merupakan bagian dari upaya Telkomsel mengembangkan teknologi broadband di Indonesia,” kata Suryo.

Telkomsel tentu saja tetap membutuhkan listrik PLN, apalagi dengan adanya pengembangan pembangkit listrik di kawasan yang menjadi area master plan pengembangan ekonomi Indonesia (MP3EI), tetapi untuk daerah yang tidak terjangkau dengan program tersebut, tetap diupayakan agar jaringan komunikasinya berjalan lancar,” kata Suryo. (MI/Ant)