Aktivis Muslim Tolak Kampanye Kondom Nasional

Gambar: kuliahpagi.com

Jakarta, sayangi.com – Rencana pemerintah melakukan kampanye kondomisasi dan mengadakan ‘Pekan Kondom Nasional’ (PKN) dalam rangka peringatan Hari AIDS se-dunia 1 Desember 2013 mendapatkan penolakan dari sejumlah aktivis muslim. Mustofa Nahrawardaya, aktivis Muhammadiyah dengan tegas menolak rencana terseebut.

“Kampanye kondomisasi dan PKN bukan langkah bijak mencegah meluasnya HIV AIDS melainkan lebih sebagai legalisasi kebebasan seksual,” ujar Mustofa dalam rilisnya yang diterima redaksi Sayangi.com, Sabtu (30/11/2013)malam.

Mustofa menambahkan, kegiatan kondomisasi dan PKN yang mengarah pada legalisasi perzinaan sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang dianut mayoritas penduduk Indonesia. Oleh karena itu, Mustofa mendesak Presiden SBY untuk tegas menolak rencana tersebut.

“Kita menjadi korban oleh industri kondom dunia. Jika negara mendukung kegiatan ini berarti negara menjadi sponsor seks bebas,” papar Mustofa.

Penolakan yang sama disampaikan oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA).

AILA menolak segala bentuk upaya penanggulangan AIDS melalui sosialisasi penggunaan kondom kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Sebab,  hal tersebut  akan memicu perilaku seks bebas yang kontraproduktif.

Dalam rilis yang ditandatangani Ketua Bahtiar Nasir
dan Sekretaris Jendeeral Rita Soebagio, AILA mengajak seluruh komponen untuk menjadikan nilai-nilai agama dan etik masyarakat untuk mencegah penularan HIV AIDS.

AIlLA menyatakan mendukung berbagai upaya penanggulangan AIDS melalui  pendekatan moral dan agama. Yaitu melalui sosialisasi tentang bahaya seks sebelum menikah,   seks bebas atau bergonta ganti pasangan seksual,   pelacuran,  pornografi, narkoba dan menjauhi perilaku Lesbi Gay Biseksual Transgender (LGBT) untuk mengurangi resiko penularan virus HIV AIDS.

Pekan Kondom Nasional akan digelar pada 1-7 Desember 2013 bersamaan dengan peringatan Hari AIDS se-dunia. Pada saat penyelenggaraan PKN akan dilakukan kampanye pencegahan virus HIV AIDS dengan membagi-bagikan kondom secara gratis kepada masyarakat, khususnya remaja. Inilah yang menimbulkan kontroversi. (S2)