AS Bebaskan Sembilan Negara dari Sanksi Minyak Iran

Foto: ABCnews

Teheran, Sayangi.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengumumkan bahwa sembilan negara termasuk Turki akan memberikan keringanan-keringanan dari sanksi-sanksi mengenai impor minyak Iran.

Setelah kesepakatan bersejarah antara kekuatan dunia dan Iran, Kerry mengumumkan Jumat bahwa Turki, bersama dengan China, Taiwan, India dan Korea Selatan akan mengeluarkan keringanan sanksi mengenai impor minyak Iran sebagai akibat dari ketergantungan mereka pada minyak mentah negara itu.

“Pengurangan-pengurangan ini ditentukan berdasarkan analisis ekonomi aktivitas pembelian (minyak) selama enam bulan sebelumnya,” kata Kerry dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada pers yang dilansir MNA.

Selain lima negara, Malaysia, Afrika Selatan, Singapura dan Sri Lanka juga mengeluarkan keringanan, meskipun mereka tidak lagi membeli minyak dari Republik Islam itu.

Ini adalah pengecualian keempat yang sembilan negara telah terima. Dan ini harus diperbarui setelah 180 hari, kata Kerry, dan AS akan terus menerapkan sanksi saat ini meskipun akan menghentikan dorongan untuk pembatasan lebih jauh pada ekspor minyak Iran.

“Sebagai bagian dari Rencana Aksi Bersama yang disetujui oleh P5 +1 dan Iran, kami akan menghentikan selama enam bulan upaya kami untuk mengurangi penjualan minyak mentah Iran. Namun, Rencana Aksi Bersama tidak menawarkan bantuan dari sanksi-sanksi sehubungan dengan peningkatan pembelian minyak mentah Iran oleh para pelanggan yang ada atau pembelian-pembelian oleh pelanggan baru,” kata diplomat tertinggi Amerika.

Dia menambahkan, “Kami akan terus agresif menegakkan sanksi kami selama enam bulan ke depan, karena kami bekerja untuk menentukan apakah ada solusi yang komprehensif yang memberi kita keyakinan bahwa program nuklir Iran adalah untuk tujuan damai eksklusif.”

Menurut kesepakatan yang dicapai oleh kelompok P5 +1 (AS, Inggris, Prancis, Rusia, China ditambah Jerman) dan Iran di Jenewa, ekspor minyak Iran akan tetap pada sekitar satu juta barel per hari.

Sebelum AS dan Eropa memberlakukan sanksi-sanksi itu pada tahun 2012, Iran mengekspor sekitar 2,5 juta barel per hari. (Ant)