SBY Kunjungi Madura, Aktivis: Jangan Hanya Seremonial Belaka

Foto: Setkab.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pulau Madura. Kunjungan ini rencananya akan dilakukan selama tiga hari, mulai 4-6 Desember pekan ini.

Dalam kunjungan ini, SBY akan melakukan berbagai kegiatan di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Namun, rencana kunjungan ini mendapatkan sorotan dari sejumlah aktivis Madura. Salah satunya dari Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura). Organisasi ini berharap kunjungan ini tidak hanya seremonial belaka, sebab Madura membutuhkan kerja nyata dalam membangun Madura.

“Saya harap kunjungan kerja yang khusus dilakukan di Madura ini bukan hanya serimonial belaka, harus ada perhatian dan program yang bisa dilaksanakan,” kata Ketua Umum Higemura Muhlis Ali dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Minggu (1/12/2013).

Menurut Muhlis, masalah pembangunan di Madura masih menjadi salah satu persoalan yang belum mendapatkan perhatian secara maksimal. Misalnya pembangunan infrastruktur di daerah, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga infrastruktur pertanian. Selain itu juga lambannya pembangunan ekonomi masyarakat Madura.

“Kendalanya juga masih banyak, di antara yang sering dikeluhkan pemimpin-pemimpin di Madura adalah minimnya anggaran,” jelas Muhlis.

Tidak hanya itu, Muhlis yang juga Direktur Pusat Pengkajian Jakarta ini juga menyoal rencana pengembangan Madura pasca-dibangunnya Jembatan Suramadu. Menurutnya, rencana tersebut hingga saat ini masih sekadar wacana, sebab meskipun Jembatan Suramadu sudah dibangun, tidak terlihat pembangunan berarti di Pulau Garam tersebut.

“Pengembangan Madura harus dipercepat, jangan hanya berencana dan berwacana. BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) harus bekerja kongkrit, sehingga keberadaan BPWS ini bisa terbukti,” tegasnya.

“Saya pikir sudah saatnya SBY turut memerhatikan perkembangan Madura pasca-Suramadu ini. SBY harus mengevaluasi kinerja BPWS, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menjadi dewan pengarahnya.”

Oleh karenanya, ia berharap kehadiran SBY harus memberikan warna tersendiri terhadap kemajuan Madura. Jangan sampai kata dia, setelah kunjungan SBY selesai, tidak ada hal berarti yang dihasilkan.

Kendati demikian, ia meminta masyarakat Madura menyambut baik kunjungan SBY ini.

“Kehadiran Presiden SBY ke pulau Madura harus disambut baik, hal tersebut sebagai bukti Presiden ada perhatian khusus terhadap Madura,” katanya.

Berikut beberapa agenda kunjungan Presiden SBY ke Pulau Madura berdasarkan informasi yang diperoleh Sayangi.com, pekan lalu.

1. Tanggal 4 Desember 2013:

  • Pukul 08.55 WIB. RI 1 tiba di Bandara Juanda, diterima oleh Gub Jatim dan Forpimda Jatim.
  • Pukul 09.20 WIB. Berangkat menuju Kabupaten Sampang.
  • Pukul 11.30 WIB tiba di pendopo Bupati Sampang dan makan siang bersama Bupati & Forpimda dilanjutkan dengan dialog informal progres terakhir masalah pengungsi Syiah.
  • Pukul 13.30 WIB, menuju Kabupaten Sumenep.
  • Pukul 19.00 WIB, acara makan malam di Pendopo Bupati Sumenep dan acara tatap muka dengan Tokoh masyarakat.

2. Tanggal 5 Desember 2013:

  • Pukul 08.00 WIB, meninjau cagar budaya Asta tinggi
  • Pukul 09.00 WIB menuju Pamekasan untuk tanam dan panen jagung di Desa Montok Kec Larangan.
  • Pukul 11.00 WIB menuju Pendopo Bupati Pamekasan dan makan siang bersama Bupati dan Forpimda
  • Pukul 13.00 WIB berkunjung ke Pasar batik Pamekasan
  • Pukul 15.00 WIB kembali ke Pendopo dan istirahat.
  • Pukul 19.00 WIB makan malam bersama Forpimda dan menyaksikan hiburan gelar budaya Madura.

3. Tanggal 6 Desember 2013:

  • Pukul 08.00 WIB berangkat menuju lokasi kebun jambu di Kecamatan Camplong.
  • Pukul 09.30 WIB menuju Bangkalan
  • Pukul 10.30 WIB tiba di Pendopo Bupati Bangkalan.
  • Pukul 11.00 WIB menuju masjid Jami untuk melaksanakan sholat. Kembali ke pendopo untuk makan siang.
  • Dan pada pukul 13.30 WIB bertolak ke Surabaya untuk melakukan berbagai aktifitas lainnya di kota pahlawan itu, sebelum pada tanggal 08 November bertolak ke Jakarta.