Semaraknya Jakarta International Kite Festival

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan layang-layang berbagai bentuk dan warna menghiasi langit Monumen Nasional (Monas) sejak Sabtu (30/11). Ratusan layang-layang tersebut diterbangkan oleh sekitar 150 pelayang dari 15 provinsi dan 17 negara sahabat.

Para pelayang tersebut berlomba-lomba untuk menarik perhatian penonton dan warga Jakarta pada acara Jakarta International Kite Festival XIX.

Ratusan layang-layang yang diterbangkan sangat unik seperti berbentuk, badut, kodok, kepiting, layangan sport dengan dua tali kendali dan 4 tali kendali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, acara berlangsung dua hari mulai Sabtu (30/11) hingga Minggu (1/12). DKI Jakarta sebagai penyelenggara sangat beruntung lantaran bisa menjadi daya tarik wisata karena diselenggarakan secara gratis di Monas.

“Kita tahu bahwa sebenarnya festival layang-layang ini sangat menarik karena banyak sekali aspek-aspek baik seni, budaya, dan ekonomi. Tentu yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana persahabatan antar negara dan kemudian pertukaran informasi teknologi layang-layang itu sendiri,” ujarnya, Sabtu (30/11).

Dikatakan Arie, dengan adanya festival layang-layang DKI Jakarta sebagai ibu kota negara dapat menjadi kota festival dan kota budaya di mata internasional sehingga citra Jakarta di mata dunia dapat lebih meningkat. “Kita juga sudah masukkan ke dalam calender of event yang menjadi mata acara yang menjadi kunjungan turis ke Jakarta. Dengan adanya peserta internasional tentu menambah daya tarik untuk turis datang,” tuturnya.

Layang-layang, tambah Arie, juga merupakan sarana rekreasi murah dan bersahabat dengan lingkungan lantaran tidak menyebabkan polusi udara. Bagi pembuatnya, layang-layang juga menjadi ajang mengasah kreativitas. “Layang-layang bahkan bisa diproduksi secara khusus dan missal. Penyelenggaraan ini akan sangat menarik karena langit Monas akan dipenuhi ratusan layang-layang,” tandasnya.(BRTJ/gwh)