Gagal Duel Tinju Lawan Farhat, El Geram

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – El kecewa sekaligus geram atas gagalnya duel tinju dengan Farhat Abbas yang seharusnya dilaksanakan Sabtu (30/11) kemarin

Ahmad Jalaludin Rumi alias El, putera musisi Ahmad Dhani yang beberapa waktu lalu melayangkan tantangan duel tinju kepada pengacara Farhat Abbas, merasa sangat kecewa atas gagalnya rencana duel tersebut, yang tidak mendapatkan izin dari Pertina dengan alasan keduanya tidak memenuhi persyaratan.

Kekecewaan tersebut diungkapkan langsung oleh kuasa hukum El, Ramdan Alamsyah kepada wartawan. “Dia (El) kecewa, gemas, geram. Karena dengan tidak diizinkan Pertina, Farhat seolah-olah merasa menang. Yang pasti dia kecewa,” tutur Ramdan Alamsyah kepada wartawan.

Lebih lanjut, Ramdan menginginkan pihak KPAI yang melarang keras duel itu terjadi juga menegur Farhat secara tertulis atas ejekan yang dilayangkan Farhat terhadap keluarga Dhani di jejaring sosial Twitter. Karena menurutnya, itu sama saja dengan penganiayaan secara psikis terhadap Al, El, dan seluruh keluarga Ahmad Dhani.

“Kenapa KPAI diam ketika Al, El ditekan secara psikologis oleh Farhat lewat tweet-tweet-nya. Itu adalah penganiayaan secara psikis. Harusnya KPAI menegur Farhat secara tertulis. Karena jelas Tweet-nya menekan secara psikis,” ujar Ramdan.
Menurut Ramdan, adalah wajar jika kliennya kecewa dan hingga kini masih tetap keukeuh ingin menggelar sparing partner, mengingat pertandingan itu dianggap El hanya sebagai sparing partner dalam konteks olahraga saja.

Dalam pembicaraan di telepon, Ramdan mengatakan bahwa jika memang tidak diizinkan duel itu digelar di sasana tinju Cilandak, maka El akan mengundang Farhat Abbas untuk datang ke sasana tinju di tempat El biasa berlatih. Karena menurutnya, tak butuh izin orang tua atau siapapun untuk berolahraga, karena tinju adalah bagian dari salah satu jenis olahraga, pun sparing partner ini bukanlah duel liar mengingat duel itu digelar di sasana, bukan di tempat yang tak seharusnya.

Dikabarkan sebelumnya, pihak KPAI pun mengecam keras terjadinya duel tinju itu, karena menurut Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak, adu pukul di atas ring tinju tersebut dibangun atas nama balas dendam. Dan bagi siapapun yang memfasilitasi pertarungan tesebut dinilainya melanggar hak anak. Bahkan KPAI telah mendesak pihak kepolisian untuk tidak memberikan izin atas keinginan duel tersebut. (MSR)