Indra Piliang: Survey IPI, Ical Juga Unggul

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Survey Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (1/12) menyebutkan bahwa Jokowi sebagai capres paling diunggulkan. Meski demikian, Ketua Balitbang DPP Partai Golkar Indra J Piliang mengatakan bahwa elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) justru yang naik tajam.

“Memang hasil survey IPI mengambarkan elektabilitas Ical masih di bawah Jokowi dan Prabowo. Namun, kalau dilihat dari semua indikator, maka elektabilitas pak Ical justru membaik. Bandingkan saat pertama kali pak Ical kami calonkan sebagai capres,” ujar Indra, saat rilis survey IPI di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/12).

Dijelaskannya, saat Ical pertama kali dicapreskan oleh Golkar, elektabilitasnya jauh di bawah Prabowo. Akan tetapi, saat ini justru sudah bisa menyamai Praboowo dan meninggalkan Megawati.

“Lihat dong indikator yang digunakan IPI, seperti tingkat kepercayaan (bisa dipercaya), kepemimpinan (mampu memimpin), ketegasan, perhatian pada rakyat, jujur dan bisa dipercaya, serta pintar. Indikator inilah yang mendongkrak Ical,” kata Indra.

“Nah sekarang pak Ical sudah bisa menyamai bahkan pada beberapa indikator bisa mengungguli Prabowo dan bahkan mengalahkan Mbak Mega,” lanjut Indra.

Terkait Jokowi yang belum jelas dicapreskan oleh partai manapun, Indra mengatakan, bahwa program-program yang dijalankan oleh Jokowi sangat berdekatan atau bisa dikatakan searah dengan kebijakan pembangunan dari Partai Golkar.

“Pak Jokowi itu seperti kader beringin yang besar di kandang Banteng,” terang Indra.

Akan tetapi, jika suatu saat nanti Jokowi resmi dicapreskan oleh PDIP, maka akan terjadi suatu perdebatan politik yang sangat cantik dan tidak lagi berbicara hanya soal pencitraan.

“Kalau sudah jelas PDIP mencalonkan Jokowi jadi presiden. Publik akan bertanya-tanya apa program Pak Jokowi dan apa program Pak Ical. Perdebatan politik akan jauh lebih rasional lagi,” beber Indra.

Diterangkannya, situasi saat ini berbeda dengan Pilpres 2009. Saat itu, Golkar dihadapkan dengan lawan dari calon presiden yang masih menjabat presiden. Sementara saat ini, bisa mungkin berhadapan dengan lawan yang masih menjabat sebagai gubernur.

“Situasi saat ini terlihat sangat sejajar dan berimbang, bila dibandingkan pada 2009. Kita akan memberikan perlawanan terbaik kalau memang Jokowi menjadi calon presiden melalui PDIP,” tegasnya.

Meski demikian, hingga saat ini Golkar masih meyakini Prabowo dan Megawati yang akan diusung Gerindra dan PDIP untuk menjadi capresnya. Selain itu, Golkar juga masih berkonsentrasi untuk pemilu legislatif.(GWH)