LSN: Mega-Jokowi Bisa Menang Tapi Elektabilitasnya Turun

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – PDI Perjuangan menggagas wacana untuk menduetkan Megawati Soekarnoputri dengan Joko Widodo sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2014. Penggagas duet Mega-Jokowi ini adalah Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.

Hasto meyakini duet kedua tokoh PDIP itu akan mampu memenangkan Pemilu Presiden 2014. “Bu Mega dan Jokowi merupakan pasangan calon presiden yang komplet dan mewakili semuanya,” ujar Hasto di Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Menanggapi wacana itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S. Bakry mengatakan, elektabilitas Jokowi memang tak ada yang menandingi. Namun, tambah Umar, jika Jokowi dicalonkan untuk posisi cawapres sedangkan Megawati calon presiden, elektabilitas pasangan itu hanya sekitar 30%. “Karena publik tahu, kalau Jokowi menjadi wakil ia tak akan punya kewenangan banyak untuk melakukan perubahan,” ucap Umar. Menurut Umar masyarakat Indonesia sudah paham betul bahwa posisi wakil yang selama ini hanya sebagai ‘ban serep’. Jadi tidak punya kesempatan melakukan banyak perubahan untuk kemajuan bangsa.

Berbeda kalau formasi duetnya adalah Jokowi-Mega. Jokowi sebagai capres dan Megawati sebagai cawapres. “Kalau formasi ini terjadi, pasti elektabilitasnya tinggi sekali. Tapi nggak mungkin Megawati mau menjadi cawapres,” papar Umar.

Umar mengatakan momen Megawati untuk mengikuti kontestasi Pilpres sudah lewat sehingga elektabilitasnya pun tak tinggi lagi. Sedangkan Jokowi yang elektabilitasnya terus meroket, dipasangkan dengan siapapun diprediksi akan menang. (VAL)