Mulyana Meninggal, INDEMO Kembali Kehilangan Aktivis Pro-Demokrasi

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com. Aktivis pro-demokrasi yang selama ini aktif di INDEMO (Indonesia Democracy Monitoring) yang dipimpin mantan aktivis Hariman Siregar kembali dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Kali ini giliran Mulyana W. Kusumah. Mulyana meninggal Minggu (1/12/2013) pukul 21.30 WIB di Jakarta.

Bersama Hariman Siregar, Mulyana aktif dalam diskusi-diskusi politik dan demokrasi di INDEMO. Mulyana pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Juli 2013 lalu, aktivis INDEMO lainnya,  Amir Husen Daulay juga dipanggil Sang Khaliq. Amir meninggal dunia setelah dirawat beberapa bulan karena sakit cukup berat.

Sebelum Amir, Moeslim Abdurrahman telah wafat duluan. Aktivis INDEMO yang juga antropolog itu wafat pada 6 Juli 2012 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Pendiri INDEMO yang juga mantan tokoh Malari Hariman Siregar mengaku merasa sangat kelihalangan atas meninggalnya Mulyana. Di mata Hariman, Mulyana adalah aktivis yang tak pernah berhenti berjuang sampai-sampai tak peduli akan dirinya sendiri.

“Kami sangat kehilangan, mudah-mudahan amal atas perjuangan mereka diterima Allah SWT,” ujar Hariman yang hingga tadi malam masih sibuk melayani telepon sahabat-sahabat Mulyana yang minta konfirmasi berita meninggalnya Mulyana. (S2)