Bupati Serang Keukeuh Tolak Revisi UMK

Foto: kontak-banten

Serang, Sayangi.com – Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman tetap menolak usulan revisi rekomendasi UMK Kabupaten Serang dari Rp2.340.000 menjadi Rp2.442.000 sebagaimana tuntutan para buruh. Ahmad Taufik keukeuh menolak meski aksi buruh terus berlangsung di depan Kantor Bupati Serang, Selasa (3/12).

Dalam pertemuan antara perwakilan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang dengan Bupati Ahmad Taufik Nuriman yang berlangsung sekitar satu jam, bupati Serang tetap keukeuh menolak permintaan buruh untuk merevisi rekomendasi UMK.

“Saya rasa rekomendasi UMK yang disampaikan sudah layak dan itu sudah melalui hasil kajian dan kesepakatan bersama,” kata A Taufik Nuriman dalam pertemuan dengan perwakilan buruh.

Setelah melakukan beberapa kali negosiasi antara perwakilan buruh dengan bupati Serang, namun keputusan bupati Serang tetap menolak usulan revisi rekomendasi tersebut dengan alasan sudah sesuai kajian kebutuhan hidup layak di wilayah Kabupaten Serang serta sudah ada Surat Keputusan (SK) gubernur Banten.

Mendengar keputusan Bupati Serang yang menolak permintaan buruh, akhirnya beberapa perwakilan buruh keluar Kantor Bupati dan kembali bergabung dengan ribuan buruh lainnya yang melakukan aksi di depan kantor bupati.

“Kami tetap akan melakukan upaya dan dua tiga hari ini kami akan konsolidasi dengan anggota aliansi,” kata Wakil Koordinator ASPSB Argo Prio usai melakukan pertemuan dengan Bupati Serang.

Ia mengatakan, tuntutan buruh merevisi rekomendasi UMK Kabupaten Serang dari Rp2.340.000 menjadi Rp2.442.000 merupakan hal yang wajar dan sudah sesuai kebutuhan hidup layak di Kabupaten Serang.

“Penolakan usulan revisi UMK ini, bagian dari karakter pemerintah yang tidak menghendaki buruh hidup layak,” kata Argo.

Setelah mendengar keputusan Bupati Serang yang menolak aspirasinya, sebagian para buruh akhirnya membubarkan diri. Namun demikian sempat terjadi aksi saling lempar dan saling dorong antara buruh dan polisi.

Ribuan buruh berunjuk rasa menuntut merevisi SK gubernur Bante tentang UMK Kabupaten Serang 2014 yang sudah ditetapkan sebelumnya Rp2.340.000 Para buruh tersebut datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Sebelumnya mereka melakukan aksinya dengan menutup akses gerbang tol Ciujung Serang macet sejak Selasa (3/12) pagi.

Sebelumnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menetapkan UMK Kabupaten Serang tahun 2014. Penetapan UMK Kabupaten Serang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur No.561/kep.583-Huk/2013 tertanggal 27 November, tentang penetapan upah Kabupaten Serang tahun 2014 sebesar Rp2.340.000.(ANT/GWH)