Pasar Efek Terguncang Isu Tappering Off Dipercepat

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat kembali bergerak melemah menjadi 4.195,84 setelah muncul proyeksi pasar bahwa pengurangan stimulus keuangan (tappering off) the Fed akan dipercepat.

IHSG BEI dibuka turun 20,05 poin atau 0,50 persen menjadi 4.195,84. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 6,34 poin (0,91 persen) ke posisi 692,61. “Bursa global kembali melanjutkan koreksinya, termasuk IHSG BEI seiring dengan spekulasi pasar terkait ‘tappering off’ the Fed yang kemungkinan terjadi lebih cepat menyusul data ekonomi AS yang membaik,” kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro di Jakarta, Jumat (6/12).

Ia mengemukakan, produk domestik bruto (PDB) AS di kuartal ketiga 2013 tumbuh 3,6% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, melebihi estimasi pasar dan klaim pengangguran AS mengalami penurunan yang lebih baik. Meski demikian, ia mengatakan bahwa IHSG berpotensi menguat setelah melemah selama tiga hari berturut-turut dan diharapkan dengan penguatan nilai tukar rupiah membawa imbas positif bagi saham-saham domestik.

“Diperkirakan, indeks BEI bergerak di kisaran 4.160–4.270,” kata Yualdo.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan bahwa dalam laporan survey bisnis “Beige Book” di AS, aktivitas manufaktur AS terus berkembang, belanja konsumen juga mengalami peningkatan, kondisi itu memberikan petunjuk di tengah perdebatan kapan akan dimulainya pengurangan stimulus AS.

Menurut dia, semakin membaiknya situasi ekonomi AS maka dikhawatirkan pengurangan stimulus bisa datang lebih awal.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng melemah 80,17 poin (0,34 persen) ke posisi 23.632,40, indeks Nikkei-225 naik 30,99 poin (0,21 persen) ke posisi 15.208,13 dan Straits Times melemah 12,15 poin (0,39 persen) ke posisi 3.112,23. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN