Pol-PP Sumsel Berhasil Amankan 34 Butir Ekstasi dan 1 Mobil Dinas

Foto: Sayangi.com/Ardhy Fitriansyah

Palembang, Sayangi.com – Sebanyak 34 butir obat terlarang jenis ekstasi dan pil penenang merk happy serta satu unit mobil dinas plat merah BG 50 SZ berhasil diamankan oleh Satuan Pol PP Provinsi Sumsel bersama Badan Narkotika Negara (BNN) Sumsel saat menggelar razia terhadap tempat hiburan malam yang ada di Kota Palembang.

Dalam razia itu, juga terjaring 38 orang dan diantaranya sebanyak 7 orang terindikasi narkoba positif setelah langsung dilakukan tes urine dilokasi tempat hiburan tersebut.(06/12).

Razia tersebut dilakukan di 4 tempat hiburan malam yang ternama di kota Palembang, yakni diskotik Darma Agung (DA), Cleopatra, Menseon, dan Mahkota Mas (MM).

“Kita dapatkan sebanyak 34 butir pil terlarang seperti merk pink love, mitsubishi dan happy, dan tak sedikit juga kita dapatkan bungkus plastik ukuran kecil yang diduga sebagai wadah bekas narkoba jenis sabu beserta beberapa pirek dan bong alat hisap sabu. Sabunya hanya kami dapatkan satu paket kecik tanpa pemilik atau seperti sengaja dibuang oleh sang pemilik karena mengetahui adanya razia ini,” terang Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Riki Junaidi saat diminta konfirmasi usai menggelar razia tersebut.

“Untuk pengguna mobil Dinas masih akan kami dalami terlebih dahulu dan melakukan tes urine kepada penggunanya, apakah pengguna mobil tersebut merupakan oknum PNS atau bukan masih kita selidiki lebih lanjut,” tambah Riki.

Dilanjutkan Riki, diadakannya razia tempat hiburan itu untuk menekan angka pemakai narkoba di Sumsel kota Palembang khususnya. “Ya, ini akan dilakukan secara rutin, guna menekan angka pengguna narkoba di Sumsel agar semakin menurun,” ucapnya.

Menurut Riki, razia ini mengerahkan 60 personil yang dikerahkan yang berasal dari Pol PP Provinsi, BNN Sumsel dan dibantu oleh Pol PP Kota Palembang serta Pol PP Kabupaten Banyuasin.” Kita dibantu juga oleh satuan Pol PP Banyuasin karena memang salah satu cafe bernama Cleopatra telah masuk kawasan kebijakan Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Pantauan dan info yang didapatkan di lapangan mobil Dinas yang didapatkan saat razia itu plat ditutupi menggunakan kantong plastik hitam. Pengguna mobil tersebut diduga anak salah satu pejabat Kabupaten Empat Lawang bersama ketiga rekannya.

Dalam razia tersebut juga turut terjaring beberapa oknum pekerja Pertamina namun pihak Pol PP Provinsi Sumsel belum dapat memastikan kepastian hal tersebut. “Bagi mereka yang positif narkoba usai dilakukan tes urine akan diserahkan kepada pihak BNN Sumsel untuk ditindaklanjuti, kita juga mendata mereka dan memberikan surat peringatan secara tertulis,” pungkas Riki.

Salah satu personil BNN yang turut menggelar razia Umam menuturkan pihaknya juga terus berperan aktif dalam melakukan pemberantasan narkoba terlebih pada kalangan remaja.” Kita jalankan tugas terus menekan turunnya angka pengguna narkoba saat ini,” tandasnya. (VAL)