Tasya Ingin Jadi Menteri untuk Perubahan Indonesia

Foto: Sayangi.com

Masih ingat dengan penyanyi cilik yang terkenal lewat album “Libur Telah Tiba”. Ya, dia adalah Shafa Tasya Kamila atau akrab disapa Tasya. Jika dulu, tampilannya begitu manja sebagai seorang anak-anak, saat ini dia sudah menjadi dewasa. Umurnya sudah 21 tahun. Bahkan, anak bungsu dari pasangan Gatot Permadi dan Isverina ini sekarang sudah kuliah semester 7 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Sebagai mahasiswa, tentu dia pun memiliki opini tersendiri terhadap situasi sosial politik di Indonesia saat ini. Menurutnya, kesenjangan kesejahteraan rakyat antara yang kaya dan yang miskin sangatlah besar. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang dapat meminimalkan kesenjangan di masyarakat.

Tidak hanya itu, artis yang membintangi sejumlah sinetron ini pun bahkan bercita-cita untuk terjun ke dalam dunia politik dan menjadi menteri di Indonesia untuk mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Berikut kami sajikan hasil wawancara wartawan Sayangi.com, Gayatri A. A. dengan Tasya.  

Apakah Tasya sering memantau perkembangan politik di TV?
Kalau ada waktu sih disempetin. Akhir-akhir ini kan yang lagi banyak dibahas mengenai kasus korupsi. Selain itu juga perkembangan tentang pemilihan umum juga sudah mulai banyak dibahas.

Apa harapannya dengan Pemilu dan Presiden selanjutnya? 
Pastinya dengan Pemilu, masyarakat berharap mendapatkan pemimpin yang bersih dan bisa memimpin kabinetnya agar tidak korupsi. Lalu, yang paling penting juga adalah pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyat. Mislanya, membuat masyarakat kurang mampu bisa jadi lebih sejahtera. Bagi masyarakat yang mampu seperti pengusaha atau investor juga bisa lebih baik. Intinya semua aspek masyarakat terjangkaulah agar adil dan seimbang. Tujuannya agar jarak antara masyarakat yang mampu dan tidak mampu menjadi tidak terlalu jauh.

Saat ini sangat terlihat bahwa jarak kesenjangan di masyarakat sangatlah besar. Hal ini haruslah menjadi perhatian bagi pemimpin berikutnya. Selain itu, masalah pendidikan masyarakat juga salah satu faktor yang harus diutamakan. Terutama agar seluruh aspek masyarakat baik yang kaya atau miskin mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik

Sepertinya Tasya berminat menggeluti dunia politik, apa ingin jadi anggota legislatif, seperti banyak yang dilakukan teman-teman artis, atau mungkin punya cita-cita lain?

Jujur aku bercita-cita jadi menteri. Tapi belum tahu dalam bidang apa. Mungkin karena dari Tahun 2006 sampai sekarang aku aktif menjadi Duta Lingkungan di Kementrian Lingkungan Hidup, jadi aku lebih mengetahui tentang dunia kementerian. Pendekatan ke masyarakat dan perbincangan dengan para staf buat aku tertarik untuk jadi menteri. Terutama juga karena aku ingin membuat perubahan yang signifikan untuk Indonesia.

Setelah pemilu tahun 2014 berminat untuk masuk partai?
Berminat aja sih, karena aku tertarik untuk bisa tahu cara berorganisasi dan pendekatan ke masyarakat. Jujur aku belum pernah ikut dalam organisasi pemerintahan, jadi ya berminat untuk bisa belajar dan lebih tau lagi.

Pada pemilu 2014 siapa kandidat calon presiden yang akan dipilih?
Sepertinya masih belum tahu pasti akan pilih siapa karena yang ada saat ini juga kan masih calon kandidat. Belum ada kepastian siapakah kandidat-kandidat yang pasti akan mengajukan diri. Aku juga harus tau dulu hasil fit & proper test para kandidat. Jadi tidak hanya asal pilih aja. Ya kalau sekarang sih belum ada pandangan pasti siapa yang akan dipilih.

Pemilihan gubernur DKI yang lalu ikut berpartisipasi? Lalu bagaimana kesannya?
Berhubung KTP ku domisilinya dari Depok jadi aku gak ikut milih. Buat aku sih sepertinya gak ada perubahan ya, Jakarta masih macet dan banjir. Bahkan sampai ada korban tenggelam dari peristiwa banjir tersebut. Mungkin Bapak Gubernur yang sekarang lebih mementingkan pendekatan ke kalangan masyarakat yang kurang mampu. Contohnya seperti relokasi perumahan dan jaminan kesehatan mereka. Hal ini tentu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan kalangan masyarakat yang kurang mampu.

Jadi kapan rencananya akan terjun ke dunia politik?
Mungkin cita-citaku tahun 2024 atau 2034 aku ingin menjadi menteri. Sepertinya kalau dalam waktu dekat ini belum, karena faktor umur kan masih terlalu muda. 

(VAL)