Dalami TPPU Akil, KPK Kembali Periksa Mochtar Effendi

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Orang yang diduga sebagai kaki tangan Akil Mochtar, Mochtar Effendi kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai upaya KPK mendalami tindak pidana Korupsi (TPK) pilkada MK dan Tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar.

“Yang bersangkutan dimintai keterangan untuk TPK dan TPPU tersangka AM,” ujar Priharsa Nugraha, Kepala bagian pemberitaan dan Informasi KPK saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (6/12).

Mochtar yang tiba di gedung di KPK pukul 10.15 mengaku kedatangannya bukan lagi ditanyakan mengenai verifikasi mobil-mobil yang disita KPK.

“Tidak, bukan itu,” ujarnya sambil memasuki lobby KPK.

Sebelumnya, pada Jumat (30/11) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menyebut Mochtar Effendi sebagai gatekeeper dalam kasus dugaan TPPU yang menjerat Akil. Mochtar yang pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini diduga orang dekat Akil.

“Sebenarnya, ada orang yang kami sebut sebagai gatekeeper, ME. Nah Ini sebagian besar (mobil sitaan) ini dari ME,” kata Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/11) lalu.

Menurut Bambang, hingga saat ini ada 25 mobil sitaan KPK yang berkaitan dengan Mochtar. Mochtar diduga sebagai perantara suap untuk Akil dan berperan aktif menyamarkan asal-usul harta kekayaan

“Saya sebut gatekeeper saja. Gatekeeper itu salah satunya fungsinya aktif karena layering. Kalau pasif enggak mungkin. Kami menduga dia aktif,” terang Bambang.

Bambang mengatakan pihaknya akan segera meminta klarifikasi Mochtar terkait mobil-mobil sitaan, sekaligus mendalami peran Mochtar dalam kasus pencucian uang.

Lembaga antikorupsi itu juga pernah menggeledah kantor Mochtar. KPK menyita catatan keuangan perusahaan dalam penggeledahan yang dilakukan di Kantor PT Promic Jaya, di kawasan perkantoran Cibinong, Kabupaten Bogor, dan di kawasan Cempaka Sari V, Cempaka Putih, Jakarta. Kedua perusahaan itu milik Mochtar Effendi.

Tim penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait pilkada dan bukti elektronik yang bisa berupa rekaman kamera pengawas (CCTV).(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN