KPI Tegur TV Milik Hary Tanoe, ARB, dan Surya Paloh

Courtesy Youtube

Jakarta, Sayangi.Com- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur 6 (enam) stasiun televisi yang dinilai tidak proporsional dalam menyiarkan berita politik. Keenam stasiun TV itu adalah RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One, dan Metro TV.

Teguran kepada keenam stasiun TV itu sesuai hasil pemantauan KPI selama 3 (tiga) bulan terakhir, September-November 2013. Dari enam stasiun TV tersebut tiga diantaranya adalah milik Hary Tanoesoedibjo yang merupakan Ketua Bappilu Partai Hanura, yakni RCTI, MNC TV dan Global TV. Dua stasiun TV milik Ketua Umum Partai Golkar yakni ANTV dan TV One. Sedangkan Metro TV milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“Dari pemantauan tersebut, KPI berkesimpulan keenam lembaga penyiaran tersebut telah dinilai tidak proporsional dalam penyiaran politik, termasuk terdapat iklan politik yang mengandung unsur kampanye,” kata Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, melalui siaran pers KPI, Kamis (5/12).

Surat teguran itu telah disampaikan kepada masing-masing pengelola keenam stasiun TV tersebut. “Teguran ini wajib menjadi evaluasi bagi lembaga penyiaran, agar menjalankan fungsi dan perannya yang sesuai dengan amanat undang-undang penyiaran,” tutur Judhariksawan.

Dalam pertemuan dengan pengelola keenam stasiun TV itu, menurut Judhariksawan, lembaga penyiaran menerima masukan dan berjanji akan memperbaiki programnya, serta merencanakan program iklan layanan masyarakat (ILM).

KPI mengingatkan, bahwa Pemilihan Umum 2014 merupakan pesta demokrasi yang membutuhkan peran serta semua pihak agar berlangsung dengan sukses, jujur dan adil.

“KPI berkepentingan mengawal lembaga penyiaran untuk bersikap netral dan adil pada seluruh peserta pemilu,” tegas Judhariksawan.

KPI juga mengapresiasi lembaga penyiaran yang telah menjaga netralitas, independensi, dan keberimbangan pada seluruh programnya, termasuk juga pada lembaga penyiaran yang telah membuat program-program pemilu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.