Petani Ogan Ilir Lanjutkan Perjalanan ke Istana

Istimewa

Tangerang, Sayangi.com – Puluhan petani tebu asal Desa Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat, melanjutkan aksi jalan kaki menuju Istana Negara setelah beristirahat di Kota Tangerang, Banten.

Puluhan petani tersebut tiba di Kota Tangerang, Kamis (5/12) dan beristirahat di salah satu kampus untuk satu malam.

Aksi jalan kaki yang dilakukan petani tebu Desa Ogan Ilir tersebut, dalam rangka menuntut hak tanah adat yang dikuasai oleh PTPN VII Cinta Manis.

Reza, salah satu petani tebu yang melakukan aksi jalan kaki menjelaskan jika dirinya sangat berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat dalam rangka menuntut haknya.

Para petani pun berharap bisa bertemu dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Mentri BUMN, Dahlan Iskan. “Kami ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden dan Mentri BUMN. Agar hak tanah adat kami bisa kembali,” katanya.

Ia menambahkan para petani ini mewakili 22 desa di Ogan Ilir dengan tuntutan mensertifikasi tanah seluas 13 ribu hektare.

Dikatakannya, aksi jalan kaki ini dilakukan karena tanah adat di 22 desa Ogan Ilir telah dikuasai oleh pihak lain. Terdapat enam ribu kepala keluarga di 22 desa yang menjadi korban pengolahan tanah dan tidak berlandaskan pasal 33 Undang-Undang Dasar Proklamasi tahun 1945 dan UUPA Nomor lima Tahun 1960.

Saat tiba di Kota Tangerang, para petani ini sempat melakukan aksi di Puspemkot Tangerang dan menyita perhatian masyarakat.

Dalam kegiatan aksi jalan kaki, para petani membawa spanduk dan atribut lainnya sebagai bentuk dukungan dari masyarakat. (MD/Ant)