ARB Sesalkan Sikap Indonesia di WTO

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, dalam pernyatannya kepada wartawan menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang terkesan memaksakan tercapainya kesepakatan pada Konferensi Tingkat Menteri ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali.

“Indonesia sebagai negara agraris dan berpenduduk besar seharusnya bersama-sama dengan India, bukan sebaliknya menjadi garda terdepan dalam melobi India untuk menyetujui proposal yang ditawarkan,” kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie hari ini, Jumat (6/12).

Pemerintah Indonesia, lanjut ARB, harus mendukung sikap India yang menginginkan peningkatan persentase cadangan pangan nasional dari 10 menjadi 15 persen dari produksi nasional serta pemberian subsidi untuk kepentingan ketahanan pangan tanpa batas waktu.

Indonesia, katanya, jangan terbuai dengan potensi penambahan nilai perdagangan dunia yang dijanjikan bila tercapainya kesepakatan akan mencapai angka 1,3 triliun dolar AS. Menurut dia, potensi keuntungan itu seperti mengelabui karena sejatinya Indonesia hanya akan menikmati sedikit porsi manfaat. Sementara di pihak lain, bukan Indonesia yang menikmati sebagian besar proposal tersebut melainkan negara-negara maju.

Indonesia selaku tuan rumah harus menjadi tuan rumah yang baik. Tetapi tuan rumah yang baik tidak harus mengorbankan kepentingan nasional, khususnya petani dalam negeri. ARB juga meminta Pemerintah Indonesia untuk mencermati data terakhir di mana 5,1 juta petani yang awalnya produktif menghasilkan pangan terpaksa ganti profesi akibat nilai tukar petani yang rendah dan kehilangan ladang sawahnya.

Sebelumnya, India menolak kesepakatan WTO Bali karena dianggap membahayakan nasib petani di dalam negerinya. Sementara di pihak lain, negara maju khawatir peningkatan presentase cadangan pangan justru akan menimbulkan ketidakseimbangan harga internasional. (MSR)