Wisata Korupsi, Wisata Unik Ala Kota Praha

Foto: Cbc.ca

Praha, Sayangi.com – Kasus korupsi rupanya tak hanya melanda Indonesia, di beberapa negara besar seperti China dan Republik Ceko, praktek korupsi juga merebak bak virus dan menjangkiti sebagian besar birokrat beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan Indonesia, Republik Ceko menjadikan kasus penyelewengan tersebut sebagai ide wisata yang telah setahun belakangan ditawarkan oleh para pelaku wisata lokal.

Selama ini dunia mengenal Ibukota Ceko, Praha sebagai destinasi wisata favorit ala abad pertengahan, namun tidak sejak setahun belakangan. Pasalnya kota di kawasan Eropa Timur ini menyuguhkan wisata unik dan terbilang nyeleneh. Saking banyaknya kasus praktek korupsi yang terjadi, Praha kemudian membuka paket wisata baru, wisata korupsi. Wih!

Dilansir dari CNN, pengelolaan wisata korupsi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya wisatawan bahwa tindakan korupsi sangat merugikan. Selain itu, bisa memberikan efek jera kepada orang yang ingin atau telah melakukan korupsi, karena nama nya akan tercoreng dan seluruh dunia akan tahu bahwa dia seorang koruptor.

Wisata korupsi ini terdiri dari berbagai tipe, salah satu yang paling diminati adalah Safari. Jenis wisata ini akan mengajak turis berkeliling ke beberapa villa dan perkebunan besar milik pengusaha-pengusaha yang terlibat kasus korupsi. Dimana villa dan perkebunan tersebut mereka dapatkan dari hasil korupsi.

Ada pula tur yang membawa wisatawan ke Balai Kota Praha, lengkap dengan penjelasan tentang gambaran partai politik negara ini dan masalah yang terjadi di dalam tubuh partai. Tak hanya itu, para wisatawan juga akan diajak menuju sebuah situs kontstruksi terowongan jalan besar yang pembangunannya mengalami penundaan dan peningkatan biaya hingga USD530 juta, kemudian ke sebuah lapangan kosong yang seharusnya menjadi tempat dibangunnya sebuah stadion Olimpiado. Namun, proyeknya dikorupsi hingga puluhan juta dolar.

Dan asyiknya, wisata korupsi ini ditawarkan dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Ceko, Jerman dan Inggris.

Nampaknya Indonesia perlu mencontoh ide wisata ini, mengingat praktek korupsi masih sangat merajalela di Indonesia. (VAL)